{"id":28894,"date":"2025-11-07T10:22:53","date_gmt":"2025-11-07T02:22:53","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=28894"},"modified":"2025-11-07T02:22:54","modified_gmt":"2025-11-07T02:22:54","slug":"bhabinkamtibmas-ajak-petani-jagung-jual-ke-bulog-harga-aman-terjamin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/11\/07\/bhabinkamtibmas-ajak-petani-jagung-jual-ke-bulog-harga-aman-terjamin\/","title":{"rendered":"Bhabinkamtibmas Ajak Petani Jagung Jual ke Bulog, Harga Aman Terjamin"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013\u00a0Sinergi\u00a0antara Kepolisian dan masyarakat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung program\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional. Kali ini,\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Kuranji\u00a0Dalang,\u00a0Kecamatan Labuapi,\u00a0Kabupaten Lombok Barat, aktif melakukan koordinasi dan imbauan langsung kepada para\u00a0petani\u00a0jagung, mengajak mereka memanfaatkan jalur resmi\u00a0Bulog\u00a0untuk penjualan\u00a0hasil panen.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bripka Okto M.,\u00a0Bhabinkamtibmas Desa Kuranji\u00a0Dalang, pada hari Kamis, 6 November 2025, bertempat di area penjemuran jagung\u00a0Desa\u00a0Kuranji Dalang. Aksi ini merupakan bagian dari upaya\u00a0Polri\u00a0di wilayah hukum\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, dalam menjalin kemitraan dengan petani sekaligus memastikan suksesnya program\u00a0pangan\u00a0pemerintah.<\/p>\n<h3>Monitoring Penjemuran dan Imbauan Penjualan ke Bulog<\/h3>\n<p>Di tengah teriknya matahari, Bripka Okto M. tampak memonitoring kegiatan penjemuran jagung oleh\u00a0warga. Di sela-sela kegiatan, ia menyampaikan himbauan penting kepada para petani. Fokus utamanya adalah mendorong penjualan jagung hasil\u00a0panen\u00a0ke Perum Bulog. Langkah ini dinilai strategis untuk menjamin harga yang stabil sesuai ketetapan pemerintah, sekaligus mendukung daya serap Bulog dalam menjaga stok pangan daerah.<\/p>\n<p>Saat ini, isu harga komoditas pangan, termasuk jagung, kerap menjadi perhatian. Berdasarkan data yang ada, pemerintah melalui Bulog telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung, yang bertujuan melindungi petani dari gejolak harga\u00a0pasar\u00a0yang cenderung anjlok pascapanen raya. Dengan menjual ke Bulog, petani mendapatkan kepastian harga yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cKami hadir di sini untuk memastikan proses pascapanen berjalan lancar. Lebih dari itu, kami ingin mengajak para petani agar tidak ragu menjual jagungnya ke Bulog. Ini adalah jalur resmi yang menjamin harga sesuai ketetapan pemerintah, yaitu berkisar di HPP, saat ini Rp5.500 per kilogram dengan kadar air tertentu,\u201d ujar Bripka Okto M. dalam dialognya dengan para petani.<\/p>\n<h3>Program Diversifikasi Pangan: Manfaatkan Pekarangan untuk Cabai<\/h3>\n<p>Selain isu jagung, Bripka Okto M. juga mengambil inisiatif untuk mengedukasi warga dan buruh tani terkait pentingnya diversifikasi pangan di tingkat rumah tangga. Ia mengajak mereka untuk memanfaatkan\u00a0lahan pekarangan\u00a0rumah, sekecil apa pun, guna menanam komoditas seperti\u00a0cabai\u00a0dan sayuran lainnya.<\/p>\n<p>Inisiatif ini sejalan dengan\u00a0program pemerintah\u00a0Kabupaten\u00a0Lombok\u00a0Barat, seperti \u201cTeras Pangan\u201d atau \u201cGerakan\u00a0Pertanian\u00a0Keluarga Terpadu Berbasis Pekarangan,\u201d yang bertujuan memperkuat\u00a0kemandirian pangan\u00a0keluarga dan menekan laju inflasi daerah. Kenaikan harga cabai yang sering terjadi dapat sangat membebani ekonomi rumah tangga, dan menanam sendiri di pekarangan menjadi solusi praktis dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cJangan biarkan pekarangan di rumah kosong melompong. Tanamlah cabai, tomat, atau sayuran lain. Ini bukan hanya untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga merupakan kontribusi nyata kita dalam menjaga\u00a0ketahanan\u00a0pangan keluarga,\u201d tegas Bripka Okto M. dengan nada persuasif, menambahkan bahwa hasil panen berlebih pun bisa dijual untuk menambah pendapatan.<\/p>\n<h3>Kemitraan Polri dan Petani Dukung Ketahanan Pangan<\/h3>\n<p>Kapolsek\u00a0Labuapi,\u00a0Polres\u00a0Lombok Barat,\u00a0Polda\u00a0NTB, Ipda I Nyoman Rudi Santosa, memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan yang dilakukan oleh jajarannya. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara\u00a0Polri dan masyarakat, khususnya petani, merupakan kunci sukses dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.<\/p>\n<p>\u201cApa yang dilakukan\u00a0Bhabinkamtibmas Kuranji\u00a0Dalang adalah implementasi nyata dari tugas Polri sebagai pelayan masyarakat dan pengayom. Kehadiran kami bukan hanya menjaga\u00a0keamanan, tetapi juga memastikan program strategis nasional, seperti ketahanan pangan, berjalan efektif di tingkat desa,\u201d kata Ipda I Nyoman Rudi Santosa.<\/p>\n<p>Ipda Rudi menekankan bahwa kegiatan seperti ini berhasil mewujudkan hubungan silaturahmi yang baik antara\u00a0Polsek Labuapi\u00a0dan warga Desa Kuranji Dalang, yang pada akhirnya akan menjadi fondasi kuat untuk keberhasilan program pemerintah dalam hal ketahanan pangan di Lombok Barat.<\/p>\n<p>\u201cHubungan yang baik ini menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan produktif. Ketika petani merasa didukung dan dihargai, semangat mereka untuk bertani dan berkontribusi pada\u00a0ketahanan pangan nasional\u00a0akan semakin tinggi,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Hasil akhir dari koordinasi ini adalah meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya menjual hasil\u00a0panen jagung\u00a0ke Bulog dan semangat warga untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan dapur. Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar pada kemandirian dan stabilitas pangan di Desa Kuranji Dalang dan Kabupaten Lombok Barat secara keseluruhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Sinergi\u00a0antara Kepolisian dan masyarakat terus diperkuat, khususnya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28896,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28895,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28894\/revisions\/28895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}