{"id":28365,"date":"2025-10-30T13:08:59","date_gmt":"2025-10-30T05:08:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=28365"},"modified":"2025-10-30T05:09:02","modified_gmt":"2025-10-30T05:09:02","slug":"polsek-labuapi-kawal-distribusi-jagung-petani-hingga-bulog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/30\/polsek-labuapi-kawal-distribusi-jagung-petani-hingga-bulog\/","title":{"rendered":"Polsek Labuapi Kawal Distribusi Jagung Petani Hingga Bulog"},"content":{"rendered":"<p><b>LOMBOK BARAT,\u00a0NTB\u00a0<\/b>\u2014 Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Labuapi,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, mengambil peran aktif dalam mendukung Program\u00a0Ketahanan Pangan\u00a0Nasional dengan mengawal ketat proses pendistribusian komoditas\u00a0jagung\u00a0pipilan milik\u00a0petani lokal\u00a0ke Gudang Perum\u00a0Bulog\u00a0Dasan Cermen, Mataram. Kegiatan ini memastikan\u00a0hasil panen\u00a0petani\u00a0terserap dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan sesuai standar kualitas.<\/p>\n<p>Aksi nyata ini merupakan bagian dari\u00a0sinergi\u00a0antara\u00a0Polri\u00a0dan Perum Bulog dalam menjamin ketersediaan komoditas\u00a0pangan\u00a0strategis di wilayah NTB.\u00a0Jagung pipilan\u00a0seberat satu ton berhasil didistribusikan setelah melalui serangkaian pemeriksaan ketat, menunjukkan komitmen Polri dalam mengawal stabilitas pangan dari hulu ke hilir.<\/p>\n<h3>Peran Polri Mengawal Kualitas dan Harga Jagung Petani<\/h3>\n<p>Kegiatan pendistribusian berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, dimulai pukul 12.30 WITA, berlokasi di lingkungan\u00a0Beleka,\u00a0Desa\u00a0Belekak,\u00a0Kecamatan Gerung,\u00a0Kabupaten Lombok Barat. Komoditas jagung pipilan ini berasal dari hasil\u00a0panen\u00a0petani setempat yang dikumpulkan di gudang milik Bapak Muhnam (UD. Gudang Sari Padi).<\/p>\n<p>Kanit Binmas\u00a0Polsek Labuapi, Ipda Nursidi, S.H., S.E., S.Pd., M.H., bersama\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Bagek Polak, Aipda Marwan, S.H., hadir langsung untuk melakukan pengawasan dan\u00a0pengamanan. Selain perwakilan dari Polri, kegiatan ini juga dihadiri oleh pemilik gudang dan petani, Bapak Hamka.<\/p>\n<p>Proses krusial dalam pendistribusian ini adalah pengecekan kualitas. Jagung pipilan yang diangkut menggunakan truk Colt DR 8277 DH ini harus memenuhi syarat standar kualitas yang ditetapkan oleh Bulog, khususnya terkait kadar air.<\/p>\n<h3>Jagung Petani Lolos Uji, Sesuai Standar Bulog<\/h3>\n<p>Sebelum jagung pipilan diturunkan di Gudang Bulog Dasan Cermen Mataram, pihak gudang melakukan pemeriksaan kadar air secara teliti. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air jagung yang berasal dari gudang milik Bapak Muhnam tersebut adalah 14,0%.<\/p>\n<p>\u201cKami bersyukur bahwa hasil pengecekan kadar air oleh pihak Gudang Bulog Dasan Cermen menunjukkan angka 14,0%. Ini sudah sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh Bulog untuk penyerapan, yakni maksimal 14% (Jagung Pipilan Kering di Gudang Bulog),\u201d ujar Ipda Nursidi dalam keterangannya, memastikan komoditas tersebut layak untuk dijual.<\/p>\n<p>Petani atas nama Hamka menyatakan kesiapannya untuk mendukung program ini dengan menjual jagung pipilan kering hasil panennya ke Bulog. Komoditas jagung yang dijual seberat 1.000 Kg (1 Ton) dengan total 70,3 Kg per karung, dihargai sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku.<\/p>\n<h3>Dukungan Harga Pemerintah Menjamin Kesejahteraan Petani<\/h3>\n<p>Kehadiran Polri dalam pengawalan distribusi ini juga berfungsi memastikan petani menerima harga yang adil sesuai ketetapan pemerintah. Berdasarkan fakta yang ada, jagung tersebut dibeli dengan harga Rp 6.400,00 per kilogram. Harga ini merupakan harga yang berlaku untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 14% di gudang Bulog, sesuai kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga dan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>Kapolsek Labuapi, Ipda I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan komitmen institusinya dalam program strategis ini. \u201cPendistribusian komoditas jagung pipilan ke Gudang Bulog Dasan Cermen Mataram ini adalah realisasi nyata dari\u00a0Program Polri\u00a0mendukung\u00a0Ketahanan\u00a0Pangan Nasional,\u201d ucap Ipda I Nyoman Rudi Santosa dengan nada tegas.<\/p>\n<p>\u201cPeran kami tidak hanya sebatas menjaga\u00a0keamanan dan ketertiban\u00a0masyarakat, tetapi juga mengawal dan memastikan proses\u00a0distribusi pangan\u00a0strategis berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. Ini adalah upaya kolektif kita untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3>Sinergi Lintas Sektor untuk Cadangan Pangan Nasional<\/h3>\n<p>Kegiatan pendistribusian ini berlangsung dengan tertib dan lancar hingga berakhir pada pukul 14.25 WITA. Kesuksesan penyerapan jagung 1 Ton ini menandai keberhasilan sinergi antara petani, pengusaha gudang, Perum Bulog, dan Kepolisian dalam mendukung\u00a0program pemerintah. Program ini berfokus pada penyediaan komoditas strategis berupa jagung, yang sangat vital dalam rantai pasok pangan nasional, khususnya untuk sektor pakan ternak.<\/p>\n<p>Dengan adanya pengawalan ketat dari jajaran Polsek Labuapi, petani\u00a0Lombok\u00a0Barat merasa lebih terjamin bahwa hasil panen mereka akan terserap dengan harga yang layak dan proses distribusi yang transparan, efektif, dan bebas dari praktik spekulasi yang merugikan. Langkah ini diharapkan dapat memacu semangat petani untuk terus meningkatkan produksi jagung, sekaligus menjadi contoh optimalisasi peran Polri dalam mewujudkan ketahanan dan\u00a0kemandirian pangan\u00a0di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK BARAT,\u00a0NTB\u00a0\u2014 Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Labuapi,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28367,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28365"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28366,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28365\/revisions\/28366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}