{"id":28327,"date":"2025-10-29T13:22:24","date_gmt":"2025-10-29T05:22:24","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=28327"},"modified":"2025-10-29T05:25:40","modified_gmt":"2025-10-29T05:25:40","slug":"kapolres-lombok-utara-kukuhkan-tiga-pamapta-wujud-polisi-humanis-di-garda-terdepan-pelayanan-publik-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/29\/kapolres-lombok-utara-kukuhkan-tiga-pamapta-wujud-polisi-humanis-di-garda-terdepan-pelayanan-publik-2\/","title":{"rendered":"Kapolres Lombok Utara Kukuhkan Tiga Pamapta: Wujud Polisi Humanis di Garda Terdepan Pelayanan Publik"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lombok Utara \u2013 Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. secara resmi mengukuhkan tiga Perwira Samapta (Pamapta) sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan publik Polri yang cepat, tepat, dan humanis. Pengukuhan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep\/1438\/IX\/2025 dan Keputusan Kapolres Lombok Utara Nomor Kep\/36\/X\/2025 tanggal 27 Oktober 2025.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-24766 size-large\" src=\"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-29-at-12.44.39-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Tiga perwira yang dikukuhkan yakni Ipda I Nyoman Trisuda Wijaya sebagai Pamapta I, Ipda Rio Ridely sebagai Pamapta II, dan Ipda Karyadi, S.H. sebagai Pamapta III. Perubahan nomenklatur dari jabatan sebelumnya Kanit SPKT ini menjadi simbol penguatan fungsi pelayanan dan pencegahan gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Utara.<\/p>\n<p>\u201cPamapta adalah wajah baru Polri yang kami hadirkan agar semakin dekat dengan masyarakat. Ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi penegasan semangat pelayanan yang cepat, tanggap, dan humanis,\u201d ujar Kapolres AKBP Agus Purwanta Pada Selasa (28\/10).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pembentukan Pamapta merupakan bagian dari transformasi Polri Presisi di tingkat Polres, yang menuntut anggota kepolisian lebih adaptif terhadap dinamika sosial serta mampu hadir lebih awal sebelum potensi gangguan kamtibmas muncul.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-24767 size-large\" src=\"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-29-at-12.44.40-400x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Menurut Kapolres, perubahan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga reformasi kultur pelayanan yang menekankan kecepatan, ketepatan, dan empati terhadap masyarakat.<br \/>\n\u201cPamapta harus menjadi representasi polisi yang hadir tidak hanya setelah kejadian, tetapi sebelum masalah muncul \u2014 polisi yang mendengar, memahami, dan melayani dengan hati,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, peran Pamapta kini mencakup deteksi dini, komunikasi sosial, serta membangun kepercayaan publik melalui pendekatan dialogis. \u201cProfesionalisme polisi tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kemampuan berempati dan berkomunikasi dengan baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kapolres juga menegaskan pentingnya sinergi lintas fungsi untuk memperkuat efektivitas pelayanan publik. \u201cPamapta tidak bisa bekerja sendiri. Mereka harus bersinergi dengan satuan lalu lintas, intelkam, reskrim, dan humas agar setiap laporan masyarakat dapat direspons secara terpadu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menutup arahannya, Kapolres menyampaikan pesan moral kepada seluruh anggota Polres Lombok Utara.<br \/>\n\u201cJadilah pelindung yang hadir sebelum masyarakat meminta, pengayom yang menenangkan sebelum masyarakat resah, dan pelayan yang menuntaskan sebelum masyarakat kecewa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Lombok Utara \u2013 Kapolres Lombok Utara AKBP&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28324,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14,15],"class_list":["post-28327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-polda-ntb","tag-polres-lombok-utara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28328,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28327\/revisions\/28328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}