{"id":28314,"date":"2025-10-29T13:06:56","date_gmt":"2025-10-29T05:06:56","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=28314"},"modified":"2025-10-29T05:06:57","modified_gmt":"2025-10-29T05:06:57","slug":"peresean-kuripan-timur-harmoni-budaya-dan-keamanan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/29\/peresean-kuripan-timur-harmoni-budaya-dan-keamanan-warga\/","title":{"rendered":"Peresean Kuripan Timur: Harmoni Budaya dan Keamanan Warga"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Suasana kebersamaan dan semangat melestarikan budaya lokal terasa kental di Lapangan Umum Dusun Berambang,\u00a0Desa\u00a0Kuripan\u00a0Timur,\u00a0Kecamatan Kuripan,\u00a0Kabupaten Lombok Barat. Pada hari Selasa, 28 Oktober 2025, telah sukses diselenggarakan Pagelaran\u00a0Peresean\u00a0yang diprakarsai oleh Paguyuban Garda Muda Kuripan. Kegiatan yang bertepatan dengan momen menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)\u00a0Desa Kuripan\u00a0Timur ke-14 ini, tidak hanya menjadi tontonan menarik tetapi juga menegaskan komitmen masyarakat Sasak\u00a0Lombok\u00a0dalam menjaga warisan leluhur, sebuah nilai penting yang senantiasa mendapat perhatian dalam konteks\u00a0keamanan dan ketertiban masyarakat\u00a0(Kamtibmas).<\/p>\n<h3>Peresean: Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Budaya Sasak<\/h3>\n<p>Pagelaran seni tradisional Peresean \u2013 pertarungan dua lelaki (disebut\u00a0<i>pepadu<\/i>) bersenjatakan tongkat rotan dan perisai kulit kerbau (<i>ende<\/i>) yang merupakan tradisi Suku Sasak Lombok \u2013 ini diinisiasi oleh Paguyuban Garda Muda Kuripan bekerjasama dengan Pemerintah\u00a0Desa Kuripan Timur. Mengusung tema yang inspiratif, \u201cMerajut Kebersamaan Demi Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dari Desa\u201d, kegiatan ini menjadi panggung apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari penyelenggaraan Peresean ini adalah untuk menguatkan rasa cinta dan melestarikan seni serta\u00a0budaya Sasak\u00a0Lombok kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya melalui peran aktif para pelaku\u00a0seni budaya, komunitas, dan paguyuban yang mayoritas merupakan masyarakat suku Sasak. Kehadiran sekitar 200 orang penonton menunjukkan antusiasme tinggi\u00a0warga\u00a0terhadap upaya pelestarian tradisi ini. Peresean, selain sebagai atraksi seni pertarungan, juga memiliki filosofi mendalam tentang nilai-nilai sportivitas, keberanian, dan semangat ksatria.<\/p>\n<h3>Sinergi Pengamanan Polri dan Masyarakat Jamin Kelancaran Acara<\/h3>\n<p>Kesuksesan pagelaran budaya ini juga tidak lepas dari peran aktif aparat\u00a0keamanan, khususnya jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kuripan,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB. Meskipun merupakan agenda budaya yang melibatkan banyak massa, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman.<\/p>\n<p>Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., melalui pernyataan resminya, menggarisbawahi pentingnya\u00a0pengamanan\u00a0untuk setiap kegiatan masyarakat, terutama yang bernuansa budaya. Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan, termasuk Personil SPK I\u00a0Polsek Kuripan\u00a0dan\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Kuripan Timur, yang berada di bawah kendali piket Pawas\u00a0Ipda Imran.<\/p>\n<p>\u201cKami dari Polsek Kuripan berkomitmen penuh untuk mengamankan setiap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh masyarakat, seperti Pagelaran Peresean ini, yang bertujuan melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahmi.\u00a0Sinergi\u00a0antara Paguyuban Garda Muda Kuripan, Pemerintah Desa, dan aparat keamanan menjadi kunci utama, dan kami sangat mengapresiasi kesadaran Kamtibmas dari seluruh penonton,\u201d tegas Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H.<\/p>\n<p>Pernyataan Kapolsek tersebut menggambarkan upaya strategis\u00a0Polri\u00a0dalam mendukung inisiatif masyarakat yang berdampak positif pada pelestarian budaya dan sekaligus menjaga iklim\u00a0sosial\u00a0yang kondusif. Pengamanan yang humanis namun siaga memastikan bahwa hiburan tradisional ini dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa adanya gangguan.<\/p>\n<h3>Penutup Kegiatan dan Harapan Pelestarian Budaya Berkelanjutan<\/h3>\n<p>Pagelaran Peresean Paguyuban Garda Muda Kuripan ini secara keseluruhan berakhir pada pukul 18.00 WITA. Berkat koordinasi yang solid dan partisipasi aktif dari seluruh elemen yang terlibat, kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.<\/p>\n<p>Keberhasilan acara ini tidak hanya merayakan HUT Desa Kuripan Timur ke-14, tetapi juga menumbuhkan harapan besar akan masa depan pelestarian budaya Sasak di Lombok Barat. Peresean, sebagai warisan yang membumi, diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang mampu menarik minat generasi muda dan juga\u00a0wisatawan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi desa melalui sektor\u00a0pariwisata\u00a0budaya. Polsek Kuripan menegaskan akan terus mendukung inisiatif serupa, selama kegiatan tersebut berjalan dalam koridor hukum dan menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kuripan tetap stabil dan kondusif.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap kegiatan pelestarian budaya seperti Peresean ini dapat terus dilaksanakan. Ini adalah kekayaan kita. Tugas kami adalah memastikan lingkungan yang aman agar masyarakat dapat berekspresi dan berkreasi secara positif. Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjadi mitra Kamtibmas Polri, demi Lombok Barat yang damai dan sejahtera,\u201d tutup Kapolsek Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H.<\/p>\n<p>Keamanan dan ketertiban\u00a0adalah prasyarat bagi tumbuhnya kebudayaan dan kesejahteraan. Melalui sinergi kuat antara masyarakat dan Polri, Pagelaran Peresean di Kuripan Timur telah membuktikan bahwa harmoni antara tradisi dan keamanan dapat terwujud secara nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Suasana kebersamaan dan semangat melestarikan budaya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28316,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28315,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28314\/revisions\/28315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}