{"id":28305,"date":"2025-10-29T12:52:46","date_gmt":"2025-10-29T04:52:46","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=28305"},"modified":"2025-10-29T04:52:47","modified_gmt":"2025-10-29T04:52:47","slug":"polsek-gerung-kawal-distribusi-6-ton-jagung-ke-bulog-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/29\/polsek-gerung-kawal-distribusi-6-ton-jagung-ke-bulog-ntb\/","title":{"rendered":"Polsek Gerung Kawal Distribusi 6 Ton Jagung ke Bulog NTB"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Gerung,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor\u00a0pertanian\u00a0dan\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional. Pada Senin, 27 Oktober 2025,\u00a0Polsek Gerung\u00a0bersama jajaran\u00a0Polres\u00a0Lombok\u00a0Barat dan Polsek Batu Layar aktif melaksanakan pendampingan dan pengawalan proses distribusi serta penjualan\u00a0jagung\u00a0hasil panen\u00a0petani lokal\u00a0ke Gudang\u00a0Bulog NTB\u00a0di Kota Mataram. Total 6 ton jagung berhasil disalurkan, memastikan\u00a0petani\u00a0mendapatkan\u00a0pasar\u00a0yang stabil dan harga yang layak.<\/p>\n<h3>Peran Aktif Polri dalam Distribusi Jagung Petani<\/h3>\n<p>Kegiatan pendampingan ini berfokus pada hasil\u00a0panen\u00a0milik kelompok ANEKA TANI dari Dusun Bila Tepung,\u00a0Desa Beleka,\u00a0Kecamatan Gerung. Pendistribusian jagung dilakukan dari gudang penyimpanan lokal di wilayah Gerung menuju Gudang\u00a0Bulog\u00a0NTB yang berlokasi di Dasan Cermen, Kota Mataram.<\/p>\n<p>Pendampingan krusial ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025, mulai pukul 13.30 Wita. Petugas mengawal pengiriman stok jagung dari Gudang UD. Sari Padi milik Saudara Muhnam (Dusun Mendagi,\u00a0Desa\u00a0Beleka, Kec. Gerung) dan Gudang milik Saudara H. Husni (Dusun Gubuk Raden,\u00a0Desa Kebon Ayu, Kec. Gerung).<\/p>\n<p>Jajaran yang terlibat aktif dalam pendampingan ini meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Kebon Ayu (AIPTU L. Mahjar)<\/li>\n<li>Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Gapuk\u00a0(AIPTU Muzamin)<\/li>\n<li>Bhabinkamtibmas Desa Beleke (AIPDA Mahsun)<\/li>\n<li>2 anggota piket SPKT Polsek Gerung.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sinergi\u00a0antara Polsek, Polres, dan Bulog ini merupakan upaya nyata\u00a0Polri\u00a0dalam mengamankan hasil panen petani, memastikan proses distribusi berjalan aman, serta memotong rantai tengkulak yang kerap merugikan petani.<\/p>\n<h3>Kualitas Jagung Terjamin, Sesuai Standar Bulog<\/h3>\n<p>Total 6 ton jagung kering pipilan disalurkan dalam kegiatan ini. Stok jagung tersebut merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari beberapa satuan:<\/p>\n<ul>\n<li>Polsek Gerung: 3 ton<\/li>\n<li>Satuan Reserse\u00a0Kriminal\u00a0(Sat Reskrim) Polres Lombok Barat: 2 ton<\/li>\n<li>Polsek Batu Layar: 1 ton<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebelum diterima di Gudang Bulog, petugas Bulog melakukan pengecekan mutu yang ketat, terutama pada kadar air jagung, untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar penyimpanan cadangan\u00a0pangan\u00a0pemerintah. Hasil pengecekan menunjukkan kadar air jagung bervariasi antara 10, 11, 12, dan 13 persen.<\/p>\n<p>Angka ini jauh di bawah batas maksimal persyaratan kadar air yang ditetapkan oleh Bulog, yaitu maksimal 14 persen, menunjukkan kualitas hasil panen petani yang sangat baik. Kegiatan pengecekan dan penimbangan disaksikan langsung oleh petugas dari pihak terkait yang melakukan pendampingan dan pengawasan, menjamin transparansi dan kesesuaian prosedur.<\/p>\n<h3>Komitmen Polri dalam Menjaga Stabilitas Pangan<\/h3>\n<p>Kapolsek Gerung, Iptu I Gusti Agung Bayu Damana, menegaskan bahwa pendampingan ini adalah bagian dari tanggung jawab Polri untuk mendukung stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>\u201cPendampingan penjualan jagung ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap\u00a0ketahanan\u00a0pangan daerah dan untuk menjaga\u00a0stabilitas harga\u00a0di pasaran,\u201d ujar Iptu I Gusti Agung Bayu Damana.<\/p>\n<p>Beliau menambahkan, \u201cKami hadir untuk memastikan seluruh proses distribusi hasil panen ini berjalan aman dan lancar, dari gudang petani hingga terserap sepenuhnya oleh Bulog. Dengan tersalurkannya hasil panen ke Gudang BULOG, ini turut serta memenuhi stok cadangan pangan pemerintah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi para petani, sesuai dengan harga acuan pembelian yang ditetapkan.\u201d<\/p>\n<p>Distribusi jagung ini selesai pada pukul 15.00 Wita, dan seluruh proses dilaporkan berjalan aman dan lancar, menandakan suksesnya sinergi antara kepolisian dan lembaga pangan dalam mendukung perekonomian petani di Lombok Barat. Langkah strategis ini diharapkan dapat terus berlanjut, menciptakan ekosistem pertanian yang lebih terjamin dan berkelanjutan bagi masyarakat NTB.<\/p>\n<h3>Mengapa Pendampingan Polisi Penting?<\/h3>\n<p>Pendampingan oleh kepolisian dalam proses distribusi hasil pertanian, seperti jagung ke Bulog, memiliki beberapa manfaat kunci, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Keamanan\u00a0Distribusi: Memastikan hasil panen, yang merupakan aset ekonomi, sampai ke tujuan tanpa gangguan atau risiko\u00a0kriminalitas.<\/li>\n<li>Transparansi dan Kepatuhan Mutu: Kehadiran petugas membantu mengawasi proses timbang dan uji kualitas (seperti kadar air), memastikan petani mendapatkan perlakuan yang adil dan sesuai standar Bulog.<\/li>\n<li>Memutus Rantai Niaga: Memfasilitasi petani untuk menjual langsung ke lembaga pemerintah seperti Bulog, sehingga petani dapat memperoleh harga yang lebih baik dan terhindar dari permainan harga oleh pihak ketiga.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Keberhasilan penjualan 6 ton jagung dengan kadar air yang memenuhi syarat ini menjadi indikator positif bagi kualitas hasil\u00a0panen jagung\u00a0di Lombok Barat dan merupakan kontribusi signifikan terhadap penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Gerung,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28307,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28305"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28306,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28305\/revisions\/28306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}