{"id":28097,"date":"2025-10-26T18:32:12","date_gmt":"2025-10-26T10:32:12","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=28097"},"modified":"2025-10-26T10:32:13","modified_gmt":"2025-10-26T10:32:13","slug":"cegah-pelanggaran-dan-tingkatkan-disiplin-polda-ntb-luncurkan-inovasi-aplikasi-digital-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/26\/cegah-pelanggaran-dan-tingkatkan-disiplin-polda-ntb-luncurkan-inovasi-aplikasi-digital-polisi\/","title":{"rendered":"Cegah Pelanggaran dan Tingkatkan Disiplin, Polda NTB Luncurkan Inovasi Aplikasi Digital Polisi"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mataram\u2014 Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berinovasi dalam meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan personelnya. Terbaru, Korps Bhayangkara di Bumi Gora resmi menggelar test live simulasi Aplikasi E-Teguran Humanis dan E-Tindakan Disiplin, Jumat (24\/10\/2025), di Rupatama Polda NTB.<\/p>\n<p>Kegiatan itu dihadiri langsung Wakapolda NTB bersama para pejabat utama (PJU) Polda NTB, serta sejumlah tamu undangan dari instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan yang dibuka Wakapolda NTB tersebut, dilakukan simulasi langsung (test live) penggunaan aplikasi oleh Direktur PT Adhikari selaku pengembang sistem. Melalui platform digital itu, anggota dapat menerima teguran maupun tindak disiplin secara elektronik \u2014 tanpa menghilangkan sentuhan humanis dari petugas yang menegur.<\/p>\n<p>Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho dalam arahannya menegaskan, aplikasi itu sebagai program unggulan Polda NTB dalam menjawab tantangan era digital dan tuntutan pelayanan publik yang semakin modern.<\/p>\n<p>\u201cE-Teguran Humanis dan E-Tindakan Disiplin bukan sekadar aplikasi, tapi langkah nyata Polri NTB dalam membangun budaya disiplin dan akuntabilitas yang berkelanjutan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan pihak eksternal yang telah berkontribusi dalam pengembangan aplikasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan implementasi sistem akan sangat bergantung pada pemahaman dan kedisiplinan seluruh jajaran dalam menggunakannya.<\/p>\n<p>Sementara Karorena Polda NTB Kombes Pol. Susilo Setiawan, S.I.K., menjelaskan, uji coba itu sebagai tahapan penting menuju penerapan penuh sistem digital berbasis disiplin di lingkungan Polri.<\/p>\n<p>\u201cAplikasi ini dirancang sebagai bagian dari sistem pengawasan dan pembinaan yang lebih humanis, cepat, dan transparan. Harapannya, dapat menekan pelanggaran lalu lintas sekaligus meningkatkan disiplin anggota,\u201d ujar Kombes Susilo di sela kegiatan.<\/p>\n<p>Selain pejabat internal Polda NTB, kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah pejabat eksternal seperti Inspektur Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotiksandi, Kepala Bappeda, Bakesbangpoldagri, hingga BPKAD Provinsi NTB.<br \/>\nBahkan, seluruh Polres\/ta jajaran Polda NTB juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.<\/p>\n<p>Menurut Kombes Susilo, sinergi lintas sektor penting karena penerapan sistem digital semacam itu tidak hanya berdampak pada internal Polri, tapi juga pada efektivitas pelayanan publik.<\/p>\n<p>\u201cDengan sistem ini, masyarakat nantinya akan merasakan pelayanan yang lebih tertib dan transparan. Jadi, bukan hanya anggota yang diawasi, tapi juga pelayanan kepada publik yang akan meningkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan uji coba berjalan lancar dan sesuai rencana. Polda NTB optimistis, inovasi ini akan menjadi fondasi kuat menuju transformasi Polri yang presisi, profesional, dan terpercaya.<\/p>\n<p>\u201cTest live hari ini menjadi momentum penting memastikan aplikasi siap digunakan secara operasional. Ke depan, Polda NTB akan terus mengembangkan inovasi digital lainnya, untuk mendukung kinerja dan pelayanan publik,\u201d tutup Kombes Pol. Susilo Setiawan.<\/p>\n<p>SALAM PRESISI!<br \/>\nPolda NTB \u2013 Mengabdi dengan Teknologi dan Hati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Mataram\u2014 Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28099,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28098,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28097\/revisions\/28098"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}