{"id":27988,"date":"2025-10-24T13:44:06","date_gmt":"2025-10-24T05:44:06","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=27988"},"modified":"2025-10-24T05:44:07","modified_gmt":"2025-10-24T05:44:07","slug":"kapolsek-lembar-tegaskan-dukungan-polri-dalam-percepatan-penurunan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/24\/kapolsek-lembar-tegaskan-dukungan-polri-dalam-percepatan-penurunan-stunting\/","title":{"rendered":"Kapolsek Lembar Tegaskan Dukungan Polri dalam Percepatan Penurunan Stunting"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lembar,\u00a0Lombok Barat\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Komitmen Pemerintah dalam upaya\u00a0pencegahan\u00a0dan percepatan penurunan\u00a0stunting\u00a0diwujudkan melalui penguatan kolaborasi antar sektor di berbagai tingkatan. Di\u00a0Kecamatan Lembar,\u00a0Kabupaten Lombok Barat,\u00a0sinergi\u00a0ini terlihat nyata dalam kegiatan Minilokakarya Lintas Sektoral yang berlangsung di Aula UPT Puskesmas\u00a0Jembatan Kembar\u00a0pada Kamis, 23 Oktober 2025, pukul 09.00 Wita.<\/p>\n<p>Kepolisian Sektor (Polsek) Lembar turut mengambil bagian penting dalam kegiatan tersebut.\u00a0Kapolsek Lembar, Ipda Joko Rudiantoro, S.H., M.H., hadir secara langsung untuk menunjukkan dukungan penuh\u00a0Polri\u00a0terhadap program kesehatan prioritas nasional ini. Kehadiran Kapolsek bersama unsur Forkopimcam dan berbagai pemangku kepentingan menandai keseriusan bersama dalam menangani masalah gizi kronis pada anak yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.<\/p>\n<h3>Kolaborasi Multisektor sebagai Kunci Sukses Penanganan Stunting<\/h3>\n<p>Minilokakarya Lintas Sektoral ini berfokus pada pembahasan strategi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di tingkat\u00a0desa\u00a0wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga wadah untuk merumuskan rencana kerja yang lebih terpadu dan efektif ke depan.<\/p>\n<p>Tampak hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting, antara lain Camat Lembar, Sapoan, S.H.; Danposramil Lembar, PELTU Doddy Perdian Papilaya; perwakilan dari Dinas Kesehatan\u00a0Lombok\u00a0Barat dan BKKBN Lombok Barat selaku narasumber, serta Kepala Puskesmas Jembatan Kembar, Kepala Desa, Kader, dan Tenaga Kesehatan setempat.<\/p>\n<p>Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Lembar, Sapoan, S.H., yang menekankan betapa krusialnya kesehatan masyarakat. Dalam sambutannya, Camat Lembar mengajak semua pihak untuk meningkatkan kolaborasi, melakukan evaluasi kinerja yang jujur, dan merumuskan langkah-langkah berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Peran UHC dan PBI JK dalam Mendukung Penanggulangan Stunting<\/h3>\n<p>Sesi paparan materi menjadi inti penting dalam Minilokakarya ini, khususnya mengenai upaya peningkatan akses layanan kesehatan. Narasumber dari Dinas Kesehatan Lombok Barat, Ibu Yuliana, S.Km., menjelaskan secara rinci tentang definisi dan pentingnya UHC (Universal Health Coverage).<\/p>\n<p>\u201cUHC memiliki peran sentral dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok miskin,\u201d ujar Ibu Yuliana. \u201cDengan memastikan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, UHC secara langsung dapat membantu mencegah dan menangani kasus stunting pada anak-anak.\u201d<\/p>\n<p>Lebih lanjut, beliau menyoroti program PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) Lombok Barat. Program ini merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi\u00a0warga\u00a0miskin dan rentan miskin. Namun, terungkap adanya kendala terkait kuota under (masyarakat yang bisa didaftarkan) sebanyak 11.391 jiwa yang belum sepenuhnya terdaftar melalui aplikasi. Hal ini memerlukan tindak lanjut berupa pembaruan data dan koordinasi lintas sektoral yang intensif mulai dari tingkat desa hingga pemerintah daerah.<\/p>\n<h3>Pendampingan Keluarga: Strategi Krusial BKKBN<\/h3>\n<p>Aspek pencegahan dari hulu juga menjadi fokus pembahasan yang disampaikan oleh perwakilan BKKBN Lombok Barat, Purnawarman. Paparan overview dari BKKBN menyoroti pendampingan keluarga sebagai salah satu strategi kunci untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting.<\/p>\n<p>Program ini secara spesifik menargetkan keluarga berisiko stunting, meliputi pendampingan terhadap:<\/p>\n<ul>\n<li>Calon Pengantin \/ Usia Pasangan Calon.<\/li>\n<li>Ibu Hamil.<\/li>\n<li>Ibu Pasca Persalinan.<\/li>\n<li>Anak usia 0 sampai 59 bulan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tim pendampingan terdiri dari tiga elemen penting: Tenaga Kesehatan, Kader PKK, dan Petugas KB, yang bertugas melakukan pengamatan dan intervensi secara berkelanjutan. BKKBN juga memaparkan grafik hasil Rekapitulasi Pendampingan Keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga Kecamatan Lembar hingga September tahun 2025, yang menunjukkan struktur tim pencegahan di berbagai tingkatan.<\/p>\n<h3>Kapolsek Lembar: Komitmen Polri Dukung Program Kesehatan<\/h3>\n<p>Dalam pernyataannya, Kapolsek Lembar, Ipda Joko Rudiantoro, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kolaborasi dan peran serta kepolisian dalam mendukung\u00a0program pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cPolri, khususnya\u00a0Polsek Lembar, akan selalu siap mendukung setiap upaya yang dilakukan oleh lintas sektor,\u201d tegas Ipda Joko Rudiantoro. \u201cKegiatan ini adalah wujud nyata sinergi kami. Penurunan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau BKKBN semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami akan mengoptimalkan peran\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0di lapangan untuk turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat, mendorong partisipasi di Posyandu, serta memastikan program-program kesehatan bisa berjalan lancar hingga ke tingkat akar rumput.\u201d<\/p>\n<p>Melalui Minilokakarya Lintas Sektoral ini, diharapkan koordinasi yang terjalin semakin kuat, data penerima manfaat program kesehatan dapat terbarukan, dan upaya pencegahan stunting di Kecamatan Lembar dapat mencapai hasil yang optimal, demi menciptakan generasi Lombok Barat yang lebih sehat dan unggul di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lembar,\u00a0Lombok Barat\u00a0\u2013\u00a0Komitmen Pemerintah dalam upaya\u00a0pencegahan\u00a0dan percepatan penurunan\u00a0stunting\u00a0diwujudkan melalui&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27990,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27988"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27989,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27988\/revisions\/27989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}