{"id":27898,"date":"2025-10-23T14:02:04","date_gmt":"2025-10-23T06:02:04","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=27898"},"modified":"2025-10-23T06:02:05","modified_gmt":"2025-10-23T06:02:05","slug":"bhabinkamtibmas-dampingi-petani-jagung-manis-di-lombok-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/23\/bhabinkamtibmas-dampingi-petani-jagung-manis-di-lombok-barat\/","title":{"rendered":"Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Jagung Manis di Lombok Barat"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat melalui jajaran\u00a0Polsek Labuapi\u00a0terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah, salah satunya dalam menjaga dan memperkuat\u00a0Ketahanan Pangan\u00a0Nasional. Upaya nyata ini terlihat dari kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh\u00a0Bhabinkamtibmas, yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat\u00a0petani\u00a0untuk memberikan pendampingan dan motivasi.<\/p>\n<p>Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, pukul 09.30 WITA, suasana panen raya\u00a0jagung\u00a0manis di Dusun Karang Bongkot,\u00a0Desa Karang Bongkot,\u00a0Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, terasa lebih istimewa dengan kehadiran Bhabinkamtibmas setempat, AIPTU Munawar. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, namun menjadi simbol dukungan\u00a0Polri\u00a0terhadap sektor\u00a0pertanian\u00a0sebagai tulang punggung\u00a0ketahanan\u00a0pangan\u00a0wilayah.<\/p>\n<h3>Bhabinkamtibmas AIPTU Munawar: Mendekatkan Diri, Menyerap Aspirasi Petani<\/h3>\n<p>AIPTU Munawar, Bhabinkamtibmas\u00a0Desa\u00a0Karang Bongkot, terlihat akrab berinteraksi dengan para\u00a0petani jagung\u00a0manis yang sedang sibuk memanen hasil jerih payah mereka. Kegiatan sambang ini sengaja dilakukan pada momen panen untuk memastikan proses berjalan lancar sekaligus menyerap informasi dan kendala yang mungkin dihadapi oleh para petani.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya, AIPTU Munawar fokus pada upaya motivasi petani agar mereka tetap semangat dan konsisten dalam menggarap lahan, yang secara langsung berkontribusi pada pencapaian target produksi pangan. Sambil mendampingi panen, ia juga membuka ruang diskusi terkait isu krusial seperti ketersediaan dan harga pupuk.<\/p>\n<p>\u201cKami hadir di sini untuk memastikan panen berjalan aman dan lancar. Kami juga ingin mendengar langsung dari Bapak\/Ibu petani, apakah ada kendala, terutama mengenai pupuk,\u201d ujar AIPTU Munawar kepada salah satu\u00a0kelompok tani. \u201cAlhamdulillah, sejauh ini para petani di Dusun Karang Bongkot menyatakan tidak ada keluhan signifikan terkait masalah pupuk ataupun kendala lainnya yang menghambat proses tanam dan panen,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Interaksi yang terjalin hangat dan terbuka ini menghasilkan komunikasi yang sangat baik antara aparat kepolisian dan\u00a0warga, yang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun situasi\u00a0keamanan dan ketertiban masyarakat\u00a0(Kamtibmas) yang kondusif.<\/p>\n<h3>Peran Sentral Polri dalam Suksesnya Program Ketahanan Pangan<\/h3>\n<p>Komitmen\u00a0Polsek\u00a0Labuapi\u00a0dalam mengawal ketahanan pangan sejalan dengan instruksi pimpinan Polri yang menjadikan dukungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu prioritas. Kehadiran Bhabinkamtibmas di setiap desa menjadi ujung tombak dalam implementasi program ini di tingkat akar rumput.<\/p>\n<p>Kapolsek Labuapi, Ipda I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas merupakan bagian integral dari tugas pokok Polri yang tidak hanya fokus pada Kamtibmas, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPeran Bhabinkamtibmas itu multi-fungsi. Selain menjaga\u00a0keamanan, mereka juga menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam program strategis seperti Ketahanan Pangan. Kami selalu memotivasi agar para petani, khususnya petani\u00a0jagung manis\u00a0di Karang Bongkot ini, terus berproduksi secara optimal.\u00a0Hasil panen\u00a0yang baik adalah indikator kuatnya ketahanan pangan di daerah kita,\u201d jelas Ipda I Nyoman Rudi Santosa.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengawasan dan pendampingan sejak masa tanam hingga panen sangat penting untuk meminimalisir potensi gangguan, baik dari sisi teknis pertanian maupun gangguan Kamtibmas.<\/p>\n<h3>Dampak Positif Kehadiran Bhabinkamtibmas di Sektor Pertanian<\/h3>\n<p>Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di Desa Karang Bongkot memberikan dampak positif yang nyata. Selain terjalinnya komunikasi yang harmonis, motivasi yang diberikan berhasil menjaga semangat para petani. Rasa aman dan didukung oleh aparat membuat petani lebih fokus dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka.<\/p>\n<p>Program dukungan Ketahanan Pangan ini tidak hanya sebatas pendampingan, namun juga mencakup edukasi ringan mengenai\u00a0pencegahan\u00a0tindak\u00a0kriminalitas\u00a0di lingkungan pertanian dan pentingnya menjaga\u00a0sinergi\u00a0dengan pemerintah desa serta penyuluh pertanian. Ini merupakan upaya holistik yang dilakukan Polri dalam mendukung stabilitas nasional melalui ketersediaan pangan yang memadai.<\/p>\n<p>AIPTU Munawar secara konsisten menyampaikan pesan, \u201cSaya selalu memotivasi mereka (petani) agar tetap semangat dan terus mendukung\u00a0program pemerintah, khususnya dalam mendukung\u00a0Ketahanan Pangan Nasional\u00a0melalui hasil\u00a0panen jagung\u00a0manis mereka. Komunikasi yang baik adalah modal utama kita.\u201d<\/p>\n<p>Langkah strategis Polsek Labuapi melalui Bhabinkamtibmas AIPTU Munawar di Desa Karang Bongkot diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi antara\u00a0Polri dan masyarakat\u00a0dalam mewujudkan\u00a0swasembada pangan, sekaligus memastikan bahwa hasil panen yang melimpah dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dengan demikian, stabilitas ekonomi dan\u00a0sosial\u00a0di Dusun Karang Bongkot dapat terus terjaga dalam bingkai Kamtibmas yang kondusif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat melalui jajaran\u00a0Polsek Labuapi\u00a0terus menunjukkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27900,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27898"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27899,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27898\/revisions\/27899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}