{"id":27449,"date":"2025-10-16T11:53:14","date_gmt":"2025-10-16T03:53:14","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=27449"},"modified":"2025-10-16T03:53:16","modified_gmt":"2025-10-16T03:53:16","slug":"polsek-sekotong-intensifkan-patroli-di-pantai-tanjung-kelor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/16\/polsek-sekotong-intensifkan-patroli-di-pantai-tanjung-kelor\/","title":{"rendered":"Polsek Sekotong Intensifkan Patroli di Pantai Tanjung Kelor"},"content":{"rendered":"<p><b>Sekotong,\u00a0Lombok Barat<\/b>\u00a0\u2013 Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, yang berada di bawah jajaran\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, secara aktif meningkatkan upaya preventif demi menjaga\u00a0keamanan dan ketertiban masyarakat\u00a0(Kamtibmas) di wilayah hukumnya, khususnya di kawasan pesisir yang juga menjadi destinasi wisata. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kerawanan, termasuk tindak pidana konvensional yang dikenal sebagai\u00a03C\u00a0(Curat, Curas, dan Curanmor), serta ancaman bahaya dari perubahan\u00a0cuaca ekstrem.<\/p>\n<p>Kegiatan\u00a0patroli dialogis\u00a0yang intensif ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, dimulai sekitar pukul 13.00 Wita hingga selesai. Fokus utama kegiatan adalah area vital di Pesisir Pantai Tanjung Kelor, Dusun Gunung Ketapang,\u00a0Desa\u00a0Sekotong Barat,\u00a0Kecamatan Sekotong,\u00a0Kabupaten Lombok Barat.<\/p>\n<h3>Patroli Dialogis: Pendekatan Humanis Ciptakan Rasa Aman<\/h3>\n<p>Patroli preventif\u00a0ini dilakukan oleh empat personel anggota jaga\u00a0Polsek Sekotong, yang dipimpin langsung oleh KASPKT I, AIPTU Tri Buana. Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan visual, namun juga mengedepankan komunikasi dua arah atau dialogis dengan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Sasaran utama kegiatan ini meliputi masyarakat di seputaran pesisir pantai Tanjung Kelor, para wisatawan yang tengah berkunjung, dan para\u00a0<i>bottman<\/i>\u00a0(operator perahu) yang beraktivitas di lokasi tersebut. Tujuan dari dialog ini adalah memberikan\u00a0himbauan Kamtibmas\u00a0yang mudah dipahami serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.<\/p>\n<h3>Antisipasi Kejahatan 3C dan Bahaya Cuaca Ekstrem<\/h3>\n<p>Salah satu fokus utama dalam himbauan yang disampaikan oleh tim\u00a0patroli\u00a0adalah mengenai kewaspadaan terhadap\u00a0Kejahatan 3C, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Curat (Pencurian\u00a0dengan Pemberatan)<\/li>\n<li>Curas (Pencurian dengan Kekerasan)<\/li>\n<li>Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Petugas menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan, seperti tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan, memastikan kendaraan terkunci ganda, dan segera melaporkan setiap hal mencurigakan.<\/p>\n<p>Di samping itu, patroli juga menyoroti bahaya dari cuaca ekstrem yang tidak menentu. Mengingat lokasi Sekotong yang didominasi oleh wilayah pesisir, perubahan cuaca dapat berdampak langsung pada aktivitas\u00a0nelayan,\u00a0<i>bottman<\/i>, maupun\u00a0keselamatan wisatawan. Personel Polsek Sekotong berulang kali menghimbau agar seluruh pihak, terutama yang berkegiatan di laut, untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan tidak memaksakan diri jika kondisi dinilai berbahaya.<\/p>\n<h3>Himbauan Langsung dari Kapolsek Sekotong<\/h3>\n<p>Terkait dengan kegiatan\u00a0pengamanan\u00a0yang berkelanjutan ini, Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Beliau menekankan bahwa patroli dialogis merupakan wujud nyata kehadiran\u00a0Polri\u00a0di tengah-tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPatroli dialogis ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan upaya proaktif kami untuk memutus niat dan kesempatan pelaku tindak kejahatan, terutama 3C, yang berpotensi merusak kondusivitas wilayah wisata. Kami juga terus mengingatkan\u00a0warga\u00a0dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang setiap saat bisa terjadi, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,\u201d ujar Iptu Ketut Suriarta.<\/p>\n<p>Beliau juga menambahkan bahwa\u00a0keamanan\u00a0adalah tanggung jawab bersama. \u201cKami mengajak seluruh elemen masyarakat di Sekotong, termasuk para wisatawan dan pelaku usaha, untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang sudah kondusif ini. Segera laporkan kepada kami jika melihat ada potensi gangguan keamanan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3>Dampak dan Apresiasi Masyarakat<\/h3>\n<p>Kegiatan patroli ini berjalan dengan lancar dan berhasil mencapai tujuannya, ditandai dengan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di Dusun Gunung Ketapang,\u00a0Desa Sekotong Barat. Kehadiran petugas berseragam secara langsung di lokasi strategis memberikan rasa aman dan nyaman yang lebih kuat bagi masyarakat dan para pengunjung.<\/p>\n<p>Respons positif juga datang dari warga setempat. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak kepolisian Polsek Sekotong atas patroli yang sudah dilaksanakan secara rutin. Kehadiran\u00a0polisi\u00a0dinilai efektif dalam mencegah aksi\u00a0kriminalitas\u00a0dan meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi bahaya, baik dari sisi kejahatan maupun alam.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, kegiatan patroli dialogis di Pesisir Pantai Tanjung Kelor ini berakhir dengan situasi yang terpantau aman dan kondusif, mencerminkan keberhasilan Polsek Sekotong dalam mengedepankan upaya pencegahan dan kemitraan dengan masyarakat. Upaya ini akan terus digiatkan demi menjaga citra Sekotong sebagai destinasi wisata yang aman, damai, dan nyaman bagi semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekotong,\u00a0Lombok Barat\u00a0\u2013 Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, yang berada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27451,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27449","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27450,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27449\/revisions\/27450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}