{"id":27335,"date":"2025-10-14T15:06:54","date_gmt":"2025-10-14T07:06:54","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=27335"},"modified":"2025-10-14T07:06:55","modified_gmt":"2025-10-14T07:06:55","slug":"polsek-sekotong-amankan-nyongkolan-gendang-beleq-di-jalur-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/14\/polsek-sekotong-amankan-nyongkolan-gendang-beleq-di-jalur-utama\/","title":{"rendered":"Polsek Sekotong Amankan Nyongkolan Gendang Beleq di Jalur Utama"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Sekotong, yang berada di bawah jajaran\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban umum dan memfasilitasi kelancaran\u00a0tradisi adat\u00a0masyarakat. Pada hari Senin, 13 Oktober 2025, personel\u00a0Polsek Sekotong\u00a0melaksanakan\u00a0pengamanan\u00a0intensif terhadap kegiatan\u00a0Nyongkolan\u00a0yang diwarnai iringan musik tradisional\u00a0Gendang Beleq. Pengamanan ini dilakukan secara humanis namun tegas untuk memastikan prosesi budaya yang meriah tersebut berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas publik, khususnya arus\u00a0lalu lintas.<\/p>\n<h3>Fokus Pengamanan di Jalur Utama Desa Sekotong Tengah<\/h3>\n<p>Kegiatan Nyongkolan, sebuah prosesi arak-arakan pengantin khas Suku Sasak di\u00a0Lombok, kali ini berpusat di wilayah\u00a0Desa Sekotong Tengah. Titik kumpul awal (start) arak-arakan dimulai dari Dusun Aik Tangi, bergerak melalui jalur Dusun Selindungan di\u00a0Desa\u00a0Pelangan, dan berakhir di Dusun Lendang Re, Desa\u00a0Sekotong Tengah,\u00a0Kecamatan Sekotong.<\/p>\n<p>Mengingat prosesi ini melibatkan banyak\u00a0peserta\u00a0dan menggunakan iringan Gendang Beleq yang atraktif serta kerap menarik perhatian\u00a0warga\u00a0sekitar, potensi kemacetan dan gangguan ketertiban menjadi perhatian utama. Oleh karena itu,\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Sekotong Tengah, didampingi dua anggota jaga Polsek Sekotong, telah disiagakan sejak pukul 16.30 WITA hingga selesainya seluruh rangkaian acara. Fokus pengamanan adalah pada masyarakat yang melaksanakan Nyongkolan, dengan tujuan utama untuk menjaga kelancaran iring-iringan dan mencegah gesekan\u00a0sosial.<\/p>\n<p>Pengamanan yang dilakukan meliputi pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur yang dilewati, memberikan imbauan kepada peserta agar tetap tertib, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan. Langkah-langkah preventif ini diambil untuk menjamin hak masyarakat dalam berbudaya tetap terlaksana tanpa merugikan kepentingan umum.<\/p>\n<h3>Wujudkan Kamtibmas dan Eratkan Silaturahmi<\/h3>\n<p>Pelaksanaan pengamanan Nyongkolan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengaturan lalu lintas, namun juga pada upaya membangun dan memelihara\u00a0keamanan dan ketertiban masyarakat\u00a0(Kamtibmas) secara menyeluruh. Kehadiran anggota\u00a0Polri\u00a0di tengah-tengah keramaian adat ini memiliki dampak positif yang signifikan.<\/p>\n<p>Hasil penting dari kegiatan pengamanan ini meliputi:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Terjalinnya hubungan Silaturahmi yang baik antara Bhabinkamtibmas dengan warga binaan, memperkuat kemitraan antara\u00a0Polri dan masyarakat.<\/li>\n<li>Antisipasi kemacetan lalu lintas pada saat kegiatan Nyongkolan berlangsung dapat ditangani dengan baik, sehingga mobilitas pengguna jalan lain tidak terhambat secara drastis.<\/li>\n<li>Antisipasi dini terjadinya perkelahian antar penyongkol dengan masyarakat sekitar berhasil dicegah, menjaga kondusivitas wilayah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Keberhasilan dalam menjaga ketertiban selama prosesi adat ini menegaskan peran Polsek Sekotong sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Mereka memastikan bahwa\u00a0tradisi lokal\u00a0dapat terus dilestarikan dalam suasana yang aman dan damai.<\/p>\n<h3>Komitmen Kapolsek Sekotong: Pelayanan Maksimal untuk Tradisi Lokal<\/h3>\n<p>Kapolsek Sekotong,\u00a0Polres\u00a0Lombok Barat,\u00a0Polda\u00a0NTB, Iptu I Ketut Suriarta, S.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat, khususnya tradisi adat, merupakan prioritas. Ia menekankan bahwa tugas kepolisian adalah menciptakan ruang aman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari maupun melestarikan budayanya.<\/p>\n<p>\u201cKami telah menugaskan personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal pada setiap kegiatan adat seperti Nyongkolan Gendang Beleq ini. Ini adalah bagian dari kearifan lokal yang harus kita jaga bersama,\u201d ujar Iptu I Ketut Suriarta.<\/p>\n<p>Beliau menambahkan, \u201cFokus utama kami adalah pada pencegahan kemacetan dan gesekan sosial. Kami ingin memastikan iring-iringan ini berjalan lancar dari awal hingga akhir, sehingga masyarakat yang merayakan berbahagia, dan masyarakat pengguna jalan pun tidak terganggu. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga juga menjadi kunci untuk mempererat tali silaturahmi, sehingga komunikasi terkait Kamtibmas bisa terus terjalin dengan baik.\u201d<\/p>\n<p>Kapolsek Sekotong juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan peserta Nyongkolan untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketertiban demi kenyamanan bersama. Upaya pengamanan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Sekotong.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Sekotong, yang berada di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27337,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27336,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27335\/revisions\/27336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}