{"id":27079,"date":"2025-10-10T13:56:00","date_gmt":"2025-10-10T05:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=27079"},"modified":"2025-10-10T05:56:04","modified_gmt":"2025-10-10T05:56:04","slug":"bhabinkamtibmas-sekotong-barat-dorong-warga-tanam-jagung-di-musim-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/10\/bhabinkamtibmas-sekotong-barat-dorong-warga-tanam-jagung-di-musim-hujan\/","title":{"rendered":"Bhabinkamtibmas Sekotong Barat Dorong Warga Tanam Jagung di Musim Hujan"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Kepolisian Resor (Polres)\u00a0Lombok\u00a0Barat melalui jajaran di tingkat\u00a0desa\u00a0terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program strategis pemerintah, yakni penguatan\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional. Langkah proaktif ini diwujudkan oleh Bhayangkara Pembina\u00a0Keamanan dan Ketertiban Masyarakat\u00a0(Bhabinkamtibmas) Desa\u00a0Sekotong\u00a0Barat yang secara langsung menyambangi warga untuk mengedukasi pentingnya pemanfaatan\u00a0lahan produktif, khususnya untuk menanam\u00a0jagung\u00a0di musim hujan.<\/p>\n<p>Kegiatan\u00a0sambang desa\u00a0(DDS) yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 11.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Sekotong Barat, I Putu Eka Ariana. Fokus utama dari kunjungan ini adalah mengajak masyarakat di Dusun Kembul untuk bertani, sekaligus mempererat silaturahmi guna menjaga situasi\u00a0keamanan dan ketertiban\u00a0masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif. Inisiatif ini sejalan dengan upaya regional di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terus mendorong peningkatan produksi jagung, mengingat Lombok Barat memiliki potensi lahan kering yang besar.<\/p>\n<h3>Peran Sentral Bhabinkamtibmas sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa<\/h3>\n<p>Dalam menjalankan tugasnya, Bhabinkamtibmas I Putu Eka Ariana menyambangi kediaman warga, seperti Bapak Sukiah dan Ibu Rahimah di Dusun Kembul. Interaksi tatap muka ini menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan dan\u00a0keamanan. Peran Bhabinkamtibmas kini melampaui sekadar penjaga keamanan; mereka juga menjadi motor penggerak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor\u00a0pertanian.<\/p>\n<p>\u201cAnggota Bhabinkamtibmas merupakan motor penggerak\u00a0ketahanan\u00a0pangan\u00a0di wilayah tempat tugasnya. Ini merupakan bagian untuk menambah atau menguatkan ketahanan pangan masyarakat,\u201d ujar I Putu Eka Ariana.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa musim hujan adalah momentum emas bagi\u00a0petani\u00a0di\u00a0Sekotong Barat\u00a0untuk memaksimalkan\u00a0hasil panen, terutama komoditas seperti jagung yang telah menjadi fokus program ketahanan pangan di NTB.\u00a0Pemanfaatan lahan\u00a0yang selama ini mungkin terbengkalai dapat dioptimalkan untuk ditanami jagung, yang tidak hanya bertujuan untuk\u00a0swasembada pangan\u00a0rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung target Provinsi NTB sebagai Lumbung Jagung Nasional.<\/p>\n<h3>Sinergi Pemanfaatan Lahan dan Stabilisasi Kamtibmas<\/h3>\n<p>Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, S.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen\u00a0Polri\u00a0dalam mendukung\u00a0program pemerintah\u00a0di sektor pertanian. Ia memandang bahwa stabilitas pangan memiliki korelasi yang erat dengan stabilitas\u00a0sosial\u00a0dan keamanan.<\/p>\n<p>\u201cKami terus mendorong setiap Bhabinkamtibmas untuk aktif berinteraksi dan mendampingi warga di desa binaan. Ketahanan pangan adalah fondasi dari ketahanan bangsa. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, potensi gejolak sosial dan gangguan Kamtibmas dapat diminimalisir,\u201d jelas Iptu I Ketut Suriarta.<\/p>\n<p>Kapolsek menambahkan, kegiatan seperti ini adalah bagian dari upaya holistik. Sambil menyampaikan pesan agar warga aktif memanfaatkan lahan produktif untuk bercocok\u00a0tanam jagung, Bhabinkamtibmas juga senantiasa mengingatkan pentingnya kerjasama dalam memelihara lingkungan yang aman dan kondusif. Pertemuan ini memastikan bahwa terjalinnya hubungan silaturahmi dan komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dan warga desa binaan.<\/p>\n<h3>Menggali Potensi Lokal dan Menekan Inflasi Daerah<\/h3>\n<p>Lombok Barat, meskipun dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi pangan, tetap memiliki tantangan, terutama terkait pemanfaatan lahan kering. Berbagai program pemerintah daerah, seperti program \u201cTeras Pangan\u201d, juga telah mendorong masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan dan memanfaatkan\u00a0pekarangan rumah. Inisiatif Bhabinkamtibmas di Sekotong Barat ini memperkuat program-program tersebut dengan fokus pada\u00a0budidaya jagung, yang merupakan komoditas penting.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap\u00a0pertanian lokal, seperti yang didorong oleh Bhabinkamtibmas melalui anjuran menanam jagung, memiliki dampak berantai yang positif. Secara ekonomi, hasil panen yang meningkat akan membantu mengurangi beban belanja keluarga dan bahkan dapat menambah pendapatan jika hasil panen yang berlebih dijual. Hal ini pada akhirnya akan berdampak signifikan pada upaya pengendalian inflasi daerah.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat menyambut baik ajakan ini, mereka merasa didukung dan termotivasi untuk mengolah lahan yang mereka miliki. Fokus kami saat ini adalah bagaimana warga Sekotong Barat, khususnya di Dusun Kembul, dapat mandiri secara pangan,\u201d tutup I Putu Eka Ariana.<\/p>\n<p>Kegiatan\u00a0sambang DDS\u00a0di Dusun Kembul, Desa Sekotong Barat, telah berjalan dan berakhir dengan situasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari lancarnya kegiatan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga keamanan sekaligus berkontribusi aktif pada program ketahanan pangan di wilayah Lombok Barat. Polri, melalui Bhabinkamtibmas, terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan keamanan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Kepolisian Resor (Polres)\u00a0Lombok\u00a0Barat melalui jajaran di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27081,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27079"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27080,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27079\/revisions\/27080"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}