{"id":26576,"date":"2025-10-02T14:05:36","date_gmt":"2025-10-02T06:05:36","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=26576"},"modified":"2025-10-02T06:05:37","modified_gmt":"2025-10-02T06:05:37","slug":"infrastruktur-jalan-ekstrem-hambat-distribusi-jagung-petani-sekotong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/10\/02\/infrastruktur-jalan-ekstrem-hambat-distribusi-jagung-petani-sekotong\/","title":{"rendered":"Infrastruktur Jalan Ekstrem Hambat Distribusi Jagung Petani Sekotong"},"content":{"rendered":"<p><b>LOMBOK BARAT,\u00a0<\/b>Upaya menjaga\u00a0ketahanan pangan\u00a0dan menstabilkan harga komoditas\u00a0jagung\u00a0di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi tantangan serius di tingkat hulu. Tim dari Perum\u00a0Bulog NTB\u00a0menemukan kendala logistik yang signifikan saat melakukan survei kualitas jagung di wilayah pelosok\u00a0Lombok\u00a0Barat. Kegiatan ini mendapat pengawalan dan pendampingan langsung dari aparat kepolisian, yakni\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Kedaro, Aipda Mamad Firmansyah, Rabu (1\/10\/2025).<\/p>\n<p>Survei yang berlokasi di Dusun Lendang Guar Barat, Desa Kedaro, Kecamatan\u00a0Sekotong, ini menargetkan pengepul komoditas jagung lokal. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen\u00a0Polri\u00a0dalam mendukung program strategis nasional, khususnya di sektor\u00a0pertanian. Namun, di tengah lancarnya proses komunikasi dan pengecekan kualitas, terungkap masalah krusial yang dapat menghambat penyerapan jagung dari\u00a0petani.<\/p>\n<h3>Peran Bhabinkamtibmas dalam Memastikan Kualitas Jagung Petani<\/h3>\n<p>Aipda Mamad Firmansyah, Bhabinkamtibmas Desa Kedaro, melaksanakan pendampingan menyeluruh terhadap tim\u00a0Bulog\u00a0NTB. Bentuk kegiatan utamanya adalah memastikan tim dapat melakukan pengecekan kualitas jagung secara objektif, berfokus pada kadar air dan kebersihan jagung. Pengecekan kualitas ini sangat penting karena memengaruhi penentuan harga beli dari Bulog sesuai standar Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran kami di lapangan adalah untuk menjamin proses survei berjalan aman dan kondusif, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara petani atau pengepul dengan Bulog,\u201d ujar Aipda Mamad Firmansyah. \u201cTujuan utamanya adalah memastikan komoditas\u00a0jagung Lombok Barat\u00a0yang akan diserap Bulog memenuhi standar, sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan sesuai ketentuan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.30 Wita ini tidak hanya sebatas pengawalan, tetapi juga membangun hubungan silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan warga binaan dan para pengepul. Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kesalahpahaman terkait standar kualitas dan mekanisme penyerapan.<\/p>\n<h3>Kendala Logistik Jalur Ekstrem Ancam Penyerapan Komoditas<\/h3>\n<p>Meskipun kualitas jagung hasil survei terpantau baik, kendala logistik menjadi catatan merah yang muncul dalam kegiatan ini. Tim Bulog NTB mengidentifikasi bahwa kondisi jalur transportasi dari Dusun Lendang Guar Barat sangat ekstrem. Medan jalan yang sulit dan berat ini menjadi kendala serius bagi armada angkutan Bulog untuk dapat menjangkau dan mengangkut komoditas jagung dalam jumlah besar dari Desa Kedaro.<\/p>\n<p>Kondisi jalan yang ekstrem ini berpotensi meningkatkan biaya operasional pengangkutan dan bahkan dapat menyebabkan keterlambatan atau kerusakan pada jagung selama proses distribusi. Jika masalah ini tidak segera teratasi, dikhawatirkan upaya stabilisasi harga melalui penyerapan oleh Bulog tidak dapat berjalan optimal di wilayah tersebut, yang pada akhirnya dapat merugikan\u00a0petani jagung\u00a0lokal.<\/p>\n<p>Menanggapi hasil temuan ini, Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa hasil\u00a0kegiatan Bhabinkamtibmas\u00a0ini akan menjadi masukan penting bagi pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah daerah dan Bulog.<\/p>\n<p>\u201cKami menerima laporan dari Bhabinkamtibmas bahwa kendala utama di Desa Kedaro adalah jalur transportasi yang sangat ekstrem. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi ini menyangkut kesejahteraan petani kita,\u201d kata Iptu I Ketut Suriarta saat dihubungi.<\/p>\n<p>\u201cKami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, melalui Forkopimda, untuk mencarikan solusi atas persoalan infrastruktur ini. Keamanan\u00a0pangan\u00a0tidak hanya soal produksi, tapi juga soal distribusi. Jika armada Bulog tidak bisa masuk, maka penyerapan jagung petani akan terhambat, dan tujuan\u00a0ketahanan\u00a0pangan nasional\u00a0akan terganggu di tingkat lokal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3>Dukungan Polri untuk Sektor Pertanian dan Stabilitas Ekonomi Lokal<\/h3>\n<p>Pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas\u00a0Polsek Sekotong\u00a0ini merupakan wujud nyata komitmen Polri, khususnya jajaran\u00a0Polres Lombok Barat\u00a0dan\u00a0Polda NTB, dalam mendukung kelancaran\u00a0program pemerintah\u00a0di bidang pertanian. Kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai mitra masyarakat di desa diharapkan dapat memperlancar semua aktivitas ekonomi dan pembangunan.<\/p>\n<p>Kegiatan survei dan pendampingan ini berakhir dengan situasi yang aman dan kondusif. Walau menghadapi masalah infrastruktur, sinergi antara kepolisian, Bulog, dan masyarakat pengepul telah terjalin dengan baik, membuka jalan bagi solusi yang lebih terpadu untuk mengatasi tantangan logistik di kawasan penghasil jagung\u00a0Lombok\u00a0Barat. Solusi perbaikan infrastruktur jalan menjadi kunci utama agar penyerapan jagung Bulog dari petani Desa Kedaro dapat berjalan maksimal di masa tanam dan panen berikutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK BARAT,\u00a0Upaya menjaga\u00a0ketahanan pangan\u00a0dan menstabilkan harga komoditas\u00a0jagung\u00a0di Nusa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26578,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-26576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26577,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26576\/revisions\/26577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}