{"id":26355,"date":"2025-09-29T10:50:52","date_gmt":"2025-09-29T02:50:52","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=26355"},"modified":"2025-09-29T02:50:52","modified_gmt":"2025-09-29T02:50:52","slug":"bhabinkamtibmas-desa-jagaraga-dorong-gudang-jagung-bermitra-dengan-bulog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/09\/29\/bhabinkamtibmas-desa-jagaraga-dorong-gudang-jagung-bermitra-dengan-bulog\/","title":{"rendered":"Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga Dorong Gudang Jagung Bermitra dengan Bulog"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh para\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0(Bhayangkara Pembina\u00a0Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah hukum Polsek\u00a0Kuripan. Pada hari Sabtu, 27 September 2025, Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Jagaraga, AIPTU I GEDE DODIT, melakukan kunjungan strategis ke salah satu pusat pengolahan dan penampungan komoditas utama, yakni gudang\u00a0jagung\u00a0CV Galatia.<\/p>\n<p>Kegiatan silaturahmi dan monitoring ini berlokasi di\u00a0Dusun Dasan Geres Pande\u00a0Rt. 01, Desa\u00a0Jagaraga, dan berlangsung mulai pukul 10.02 WITA hingga selesai. Fokus utama kunjungan adalah menjalin komunikasi yang intensif dengan pihak gudang dan para pekerja, sekaligus mendorong peran serta mereka dalam menyukseskan program stabilisasi harga\u00a0pangan, khususnya jagung, melalui kemitraan dengan Perum\u00a0Bulog.<\/p>\n<h3>Peran Penting Bhabinkamtibmas dalam Mendukung Stabilitas Pangan<\/h3>\n<p>Kunjungan yang dilakukan AIPTU I GEDE DODIT ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya kepolisian untuk memetakan dan mengawasi rantai pasok komoditas pangan di tingkat desa. Jagung, sebagai komoditas strategis di Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki peran vital dalam perekonomian lokal dan\u00a0ketahanan\u00a0pangan secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya ke gudang CV Galatia, Bhabinkamtibmas bertemu langsung dengan pekerja gudang, di antaranya Bapak Mahjim, Ajar, dan Musi, yang saat itu sedang melakukan proses penjemuran jagung\u00a0hasil panen. Mereka berdiskusi mengenai alur pengadaan, harga beli, hingga destinasi penjualan jagung.<\/p>\n<p>\u201cKami fokus pada silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan warga binaan, khususnya yang bergerak di sektor ketahanan pangan,\u201d ujar AIPTU I GEDE DODIT. \u201cTujuan kami jelas, yaitu mendorong gudang-gudang penampung jagung untuk mempertimbangkan menjual hasil panen ke pihak Bulog demi mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah.\u201d<\/p>\n<h3>Dinamika Gudang Jagung dan Potensi Sinergi Bulog<\/h3>\n<p>Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pekerja di CV Galatia, gudang tersebut saat ini sedang menjemur total 3 ton jagung pipilan kering. Mereka menjelaskan bahwa jagung tersebut dibeli dari\u00a0petani\u00a0dengan harga di tingkat petani sebesar Rp4.000,- per kilogram dalam kondisi sudah dipipil. Harga ini berada di kisaran harga yang fluktuatif di pasaran, dan sinergi dengan Bulog diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.<\/p>\n<p>\u201cJagung yang sekarang dijemur ini berasal dari hasil panen di Kecamatan\u00a0Sekotong,\u201d ungkap salah satu pekerja. Mereka juga menginformasikan bahwa stok jagung di gudang saat ini kosong, dengan kapasitas penampungan maksimal mencapai 60 ton jagung pipilan.<\/p>\n<p>Asal Komoditas dan Jalur Distribusi<\/p>\n<p>Menariknya, gudang CV Galatia tidak hanya menampung jagung dari wilayah Lombok Barat seperti Sekotong,\u00a0Lembar,\u00a0Gerung, dan Kuripan, tetapi juga banyak disuplai dari daerah sentra jagung besar di NTB, yaitu Sumbawa dan Dompu. Hal ini menunjukkan peran gudang sebagai sentra pengumpulan regional. Jagung yang sudah dikeringkan dan diproses ini kemudian didistribusikan untuk keperluan pakan ternak dan bahan baku makanan ringan (snack) ke berbagai wilayah, mencakup Lombok, Bali, hingga Jawa.<\/p>\n<p>Informasi lain yang didapatkan adalah gudang seluas sekitar 23 are ini tidak memiliki kerja sama formal dengan Perum Bulog, dan para pekerja mengaku tidak mengetahui harga jual jagung dari gudang ke pihak pembeli lain. Gudang ini juga dilengkapi dengan fasilitas dryer (alat pengering) dan kapasitas jemur yang memadai, mampu menampung hingga 10 ton jagung, menunjukkan kesiapan infrastruktur untuk pengolahan pascapanen yang optimal.<\/p>\n<h3>Upaya Peningkatan Kemitraan untuk Stabilitas Harga<\/h3>\n<p>Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., secara terpisah menegaskan pentingnya kegiatan monitoring ini. \u201cSinergi antara pelaku usaha pangan lokal dengan Bulog adalah kunci untuk memastikan stok pangan aman dan harga stabil. Kami melalui Bhabinkamtibmas berupaya menjembatani komunikasi ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Peran Bulog dalam penyerapan jagung petani sangat krusial, terutama untuk menjaga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar petani tidak merugi saat panen raya. Dengan mendorong gudang lokal untuk bermitra dengan Bulog, diharapkan terjadi peningkatan serapan jagung dari petani dengan harga yang lebih berkeadilan, sekaligus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).<\/p>\n<p>Hasil dan Harapan ke Depan<\/p>\n<p>Secara keseluruhan,\u00a0kegiatan Bhabinkamtibmas\u00a0AIPTU I GEDE DODIT di gudang jagung CV Galatia berjalan dengan tertib, lancar, dan situasi tetap kondusif. Kegiatan ini berhasil membangun hubungan silaturahmi yang erat, membuka jalur komunikasi terkait isu ketahanan pangan, dan menyosialisasikan pentingnya dukungan terhadap\u00a0program pemerintah\u00a0melalui penjualan jagung ke pihak Bulog.<\/p>\n<p>Dengan langkah proaktif kepolisian ini, diharapkan ekosistem pangan lokal di Lombok Barat, khususnya komoditas jagung, dapat menjadi lebih kokoh, stabil, dan memberikan manfaat kesejahteraan yang lebih besar bagi para petani dan pelaku usaha.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26357,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-26355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26356,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26355\/revisions\/26356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}