{"id":25195,"date":"2025-09-12T21:14:21","date_gmt":"2025-09-12T13:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=25195"},"modified":"2025-09-12T13:14:22","modified_gmt":"2025-09-12T13:14:22","slug":"tim-sar-ditpolairud-polda-bali-temukan-empat-perempuan-korban-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/09\/12\/tim-sar-ditpolairud-polda-bali-temukan-empat-perempuan-korban-banjir\/","title":{"rendered":"Tim SAR Ditpolairud Polda Bali Temukan Empat Perempuan Korban Banjir"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bali. Tim SAR Ditpolairud Polda Bali berhasil menemukan empat korban banjir yang sebelumnya dinyatakan hilang. Seluruhnya ditemukan di Tanah Kilap, Mangrove, Denpasar Selatan, Kamis (11\/9\/25) sekitar pukul 09.00 WITA.<\/p>\n<p>Ditpolairud Polda Bali Kombes Pol. Nurodin, S.I.K., M.H menyatakan, keempat korban dalam keadaan meninggal dunia. Keempat korban yang ditemukan tersebut berjenis kelamin perempuan.<\/p>\n<p>\u201cYa benar, pencarian oleh tim SAR gabungan secara intensif berhasil menemukan empat korban banjir tadi pagi,\u201d jelas Kombes Pol. Nurodin, dikutip Jumat (12\/9\/25).<\/p>\n<p>Selanjutnya, ujar Dirpolairud, keempat korban dibawa ke RSUP Prof. Ngurah, Sanglah untuk dilaksanakannya proses identifikasi.<\/p>\n<p>\u201cPencarian terhadap beberapa korban yang belum ditemukan masih terus kami lakukan melibatkan tim gabungan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan ditemukannya empat korban banjir oleh tim SAR gabungan, berarti sudah ada 9 korban banjir berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 4 korban lagi masih dilakukan pencarian.<\/p>\n<p>Sebelumnya, disebutkan jumlah korban banjir di Bali mencapai 13 orang. Dari jumlah tersebut 5 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dan 8 orang dinyatakan hilang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Bali. Tim SAR Ditpolairud Polda Bali berhasil&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-25195","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25195"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25195\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25196,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25195\/revisions\/25196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}