{"id":24185,"date":"2025-08-29T13:37:48","date_gmt":"2025-08-29T05:37:48","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=24185"},"modified":"2025-08-29T05:37:49","modified_gmt":"2025-08-29T05:37:49","slug":"polres-lombok-barat-sosialisasi-cegah-radikalisme-di-ponpes-kuripan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/08\/29\/polres-lombok-barat-sosialisasi-cegah-radikalisme-di-ponpes-kuripan\/","title":{"rendered":"Polres Lombok Barat Sosialisasi Cegah Radikalisme di Ponpes Kuripan"},"content":{"rendered":"<p><b>Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Kepolisian Resor (Polres)\u00a0Lombok\u00a0Barat, melalui Satuan Tugas (Satgas) Preemtif (Binmas), menggelar sosialisasi pencegahan paham radikalisme di Pondok Pesantren Ijtihadul Mu\u2019minin. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, pukul 09.00 WITA, bertempat di Pondok Pesantren Ijtihadul Mu\u2019minin, Dusun Perengge Dalem,\u00a0Desa\u00a0Kuripan\u00a0Utara,\u00a0Kecamatan Kuripan,\u00a0Kabupaten Lombok Barat. Acara ini merupakan bagian dari Operasi Bina Waspada Rinjani 2025 yang berfokus pada upaya pencegahan dan antisipasi terhadap paham-paham yang dapat memecah belah persatuan.<\/p>\n<p>Sosialisasi ini dihadiri oleh para siswa dan siswi Pondok Pesantren Ijtihadul Mu\u2019minin. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bahaya paham radikal dan aliran terlarang agar tidak berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Kerjasama antara pihak kepolisian dan institusi\u00a0pendidikan\u00a0keagamaan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kondusifitas wilayah.<\/p>\n<p>Iptu Muh. Mahrip, selaku Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas)\u00a0Polres Lombok Barat, menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pondok pesantren. \u201cKolaborasi ini sangat penting. Pondok pesantren adalah benteng moral dan keagamaan bagi para santri. Dengan bersinergi, kita dapat bersama-sama membentengi mereka dari pengaruh negatif paham radikalisme,\u201d ujar Iptu Muh. Mahrip. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini bukan untuk menuding, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif. \u201cKami ingin memastikan bahwa pemahaman tentang ajaran agama yang toleran dan damai semakin kuat, sehingga tidak ada ruang bagi paham-paham yang menyimpang untuk tumbuh.\u201d<\/p>\n<h3>Membangun Kesadaran Kolektif melalui Silaturahmi<\/h3>\n<p>Kegiatan sosialisasi ini dikemas dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan. Selain menyampaikan materi tentang\u00a0bahaya radikalisme, para anggota kepolisian juga menjalin silaturahmi dengan para pengurus yayasan dan peserta didik. Atmosfer yang dibangun sangat cair dan interaktif, memungkinkan para siswa untuk bertanya dan berdiskusi secara terbuka.<\/p>\n<p>Iptu Muh. Mahrip menjelaskan bahwa silaturahmi adalah kunci utama untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. \u201cPendekatan kami adalah melalui dialog dan edukasi. Kami tidak ingin sosialisasi ini terasa seperti sebuah intruksi, tetapi lebih kepada berbagi pengetahuan dan kepedulian. Kami percaya, dengan terjalinnya hubungan yang baik, masyarakat akan lebih terbuka untuk bekerja sama dengan kami dalam menjaga\u00a0kamtibmas,\u201d kata beliau.<\/p>\n<p>Materi yang disampaikan mencakup ciri-ciri paham radikal, bagaimana paham tersebut menyebar, dan mengapa ia berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Para siswa diberikan pemahaman bahwa agama Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang dan toleransi, jauh dari kekerasan dan ekstrimisme. Pesan ini diharapkan dapat memperkuat pondasi keimanan dan kebangsaan mereka.<\/p>\n<h3>Hasil Positif dan Harapan Masa Depan<\/h3>\n<p>Hasil dari kegiatan ini sangat memuaskan. Terjalinnya hubungan silaturahmi yang erat antara kepolisian dan Pondok Pesantren Ijtihadul Mu\u2019minin menjadi capaian utama. Selain itu, para peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya radikalisme. Mereka kini diharapkan dapat menjadi agen-agen perdamaian di\u00a0lingkungan\u00a0masing-masing, membantu menyebarkan nilai-nilai toleransi dan persatuan.<\/p>\n<p>Keberhasilan sosialisasi ini juga menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi erat antara aparat keamanan, tokoh agama, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, upaya untuk menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis dapat terwujud.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut. Bukan hanya di ponpes ini, tetapi juga di seluruh sekolah dan institusi pendidikan di Lombok Barat. Mari bersama-sama kita jaga wilayah kita dari segala bentuk ancaman yang dapat merusak persatuan dan kebhinekaan,\u201d tutup Iptu Muh. Mahrip.<\/p>\n<p>Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pendekatan preemtif dan preventif guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Melalui kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi dan persatuan diharapkan semakin meningkat, membentengi Lombok Barat dari ancaman ideologi yang merusak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Kepolisian Resor (Polres)\u00a0Lombok\u00a0Barat, melalui Satuan Tugas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24187,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-24185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24186,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24185\/revisions\/24186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}