{"id":23485,"date":"2025-08-19T14:53:25","date_gmt":"2025-08-19T06:53:25","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=23485"},"modified":"2025-08-19T06:53:27","modified_gmt":"2025-08-19T06:53:27","slug":"polres-lombok-barat-gelar-gerakan-pangan-murah-di-lembar-beras-bulog-diserbu-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/08\/19\/polres-lombok-barat-gelar-gerakan-pangan-murah-di-lembar-beras-bulog-diserbu-warga\/","title":{"rendered":"Polres Lombok Barat Gelar Gerakan Pangan Murah di Lembar, Beras Bulog Diserbu Warga"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Dalam upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir,\u00a0Polres Lombok Barat\u00a0melalui Satuan\u00a0Polairud\u00a0menggelar Gerakan\u00a0Pangan\u00a0Murah (GPM). Bertempat di Pos Polairud\u00a0Lembar, kegiatan yang menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)\u00a0Bulog\u00a0ini diserbu antusias oleh warga.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025, pukul 10.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres\u00a0Lombok\u00a0Barat, Iptu L. Nursidi. Sasaran utama GPM kali ini adalah warga di sekitar Pos Polairud Lembar, warga pesisir, serta para pedagang yang beraktivitas di seputaran Pelabuhan\u00a0Pelindo Lembar.<\/p>\n<p>\u201cGerakan Pangan Murah ini adalah wujud nyata kepedulian\u00a0Polri\u00a0terhadap kondisi masyarakat saat ini,\u201d ujar Iptu L. Nursidi. \u201cKami ingin memastikan bahwa warga, terutama mereka yang berada di pesisir dan membutuhkan, bisa mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.\u201d<\/p>\n<h3>GPM Beras SPHP Bulog Ludes Terjual dalam Waktu Singkat<\/h3>\n<p>Antusiasme warga terlihat dari cepatnya beras yang disiapkan ludes terjual. Sebanyak 120 kantong beras SPHP Bulog dengan total berat 600 kilogram habis terjual dalam hitungan jam. Beras yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram ini dijual dengan harga Rp58.000, jauh lebih murah dari harga pasaran. Harga yang terjangkau ini disambut gembira oleh para pembeli.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah lama menunggu ada acara seperti ini. Harganya sangat membantu, apalagi buat kami yang pendapatannya tidak menentu,\u201d ungkap salah seorang warga yang berhasil mendapatkan\u00a0beras murah. \u201cSemoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan.\u201d<\/p>\n<h3>Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat<\/h3>\n<p>Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, GPM ini juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Interaksi yang hangat terjalin antara anggota\u00a0Sat Polairud\u00a0dan warga selama kegiatan berlangsung. Masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang dekat dengan mereka.<\/p>\n<p>Menurut Iptu L. Nursidi, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, sangat penting untuk menyukseskan kegiatan ini. \u201cKami berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar transaksi jual beli, tapi juga menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan sinergi yang lebih kuat antara kami dan masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3>Komitmen Polri untuk Stabilitas Pangan<\/h3>\n<p>Gerakan Pangan Murah\u00a0Polres Lombok Barat ini sejalan dengan\u00a0program pemerintah\u00a0dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Dengan menyediakan beras Bulog SPHP, pihak kepolisian turut berperan aktif dalam menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami,\u201d pungkas Iptu L. Nursidi. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai wilayah lain di Lombok Barat, menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat\u00a0\u2013\u00a0Dalam upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-23485","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23485"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23486,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23485\/revisions\/23486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}