{"id":17136,"date":"2025-06-03T07:55:07","date_gmt":"2025-06-03T07:55:07","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=17136"},"modified":"2025-06-03T07:55:07","modified_gmt":"2025-06-03T07:55:07","slug":"polisi-hadir-di-pantai-kemos-wisata-aman-terjaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/06\/03\/polisi-hadir-di-pantai-kemos-wisata-aman-terjaga\/","title":{"rendered":"Polisi Hadir di Pantai Kemos, Wisata Aman Terjaga"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat, NTB \u2013<\/strong> Kepolisian Sektor Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).<\/p>\n<p>Upaya ini diwujudkan melalui giat patroli rutin yang menyasar obyek vital dan obyek wisata, salah satunya Pantai Kemos di Desa Sekotong Barat.<\/p>\n<p>Kegiatan ini bertujuan utama untuk mengantisipasi tindak kriminalitas 3C (Curas, Curat, Curanmor) serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.<\/p>\n<h3>Patroli Rutin Demi Rasa Aman Pengunjung dan Pengelola Wisata<\/h3>\n<p>Pada Senin, 2 Juni 2025, sekitar pukul 12.30 WITA hingga selesai,<\/p>\n<p>Personel Polsek Sekotong melaksanakan patroli intensif di Pantai Kemos yang menjadi salah satu destinasi favorit di wilayah Sekotong menjadi fokus utama kegiatan ini, Senin (2\/6\/2025).<\/p>\n<p>Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong Iptu I Ketut Suriarta, S.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa selain pengawasan terhadap potensi tindak kejahatan, patroli juga difokuskan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta para pengelola obyek wisata.<\/p>\n<p>&#8220;Kami secara rutin melaksanakan patroli di obyek vital dan obyek wisata. Ini adalah bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat, memastikan bahwa mereka dapat beraktivitas dengan tenang dan aman,&#8221; ujar Iptu I Ketut Suriarta, S.H., M.I.Kom., saat ditemui secara terpisah.<\/p>\n<p>Kapolsek menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar patroli fisik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.<\/p>\n<h3>Edukasi dan Himbauan untuk Kewaspadaan Bersama<\/h3>\n<p>Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Sekotong tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif memberikan himbauan kepada masyarakat dan pengelola obyek wisata Pantai Kemos.<\/p>\n<p>Himbauan tersebut mencakup pentingnya untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan mewaspadai perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja.<\/p>\n<p>Hal ini mengingat wilayah Sekotong yang juga rentan terhadap dampak cuaca tak menentu, khususnya bagi aktivitas di area pantai.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya pengelola dan pengunjung Pantai Kemos, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan barang bawaan, dan jangan ragu untuk melapor jika melihat hal-hal yang mencurigakan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kolaborasi dan sinergi dengan aparat kepolisian juga terus digalakkan guna menciptakan sitkamtibmas yang benar-benar kondusif. &#8220;Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<h3>Respon Positif dari Masyarakat<\/h3>\n<p>Kehadiran personel kepolisian di lokasi obyek wisata Pantai Kemos secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Banyak yang menyambut baik kegiatan patroli ini karena dapat memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di tengah potensi keramaian dan peningkatan aktivitas wisata.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat senang dengan adanya patroli dari polisi. Rasanya lebih tenang kalau ada bapak-bapak polisi yang berpatroli di sini, apalagi ini kan tempat wisata, jadi bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; ungkap salah seorang pengelola warung di Pantai Kemos yang enggan disebutkan namanya.<\/p>\n<p>Respon positif ini menjadi indikasi keberhasilan Polsek Sekotong dalam membangun kepercayaan dan kemitraan dengan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat, NTB \u2013 Kepolisian Sektor Sekotong, Polres&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17138,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[567,43,48,50,429,548,47,428,420,489],"class_list":["post-17136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-edukasi","tag-kamtibmas","tag-keamanan","tag-kriminalitas","tag-masyarakat","tag-pantai","tag-patroli","tag-polisi","tag-sekotong","tag-wisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17136"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17137,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17136\/revisions\/17137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}