{"id":16230,"date":"2025-05-24T07:06:59","date_gmt":"2025-05-24T07:06:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=16230"},"modified":"2025-05-24T07:06:59","modified_gmt":"2025-05-24T07:06:59","slug":"polisi-dan-petani-bersinergi-kawal-panen-jagung-lombok-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/05\/24\/polisi-dan-petani-bersinergi-kawal-panen-jagung-lombok-barat\/","title":{"rendered":"Polisi dan Petani Bersinergi: Kawal Panen Jagung Lombok Barat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat, NTB \u2013<\/strong> Kepolisian Resor Lombok Barat (Polres Lobar) menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung sektor pertanian di wilayah hukumnya.<\/p>\n<p>Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui melalui Kabag SDM, AKP Dewi Komalasari, S.H., menegaskan bahwa ini terlihat dari upaya berkelanjutan mengawal para petani jagung,<\/p>\n<p>\u201cPuncaknya adalah kegiatan monitoring kesiapan panen jagung serentak yang akan segera tiba,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Langkah ini menegaskan peran Polri sebagai pengayom masyarakat, tidak terkecuali bagi para pahlawan pangan di lapangan.<\/p>\n<h3>Kesiapan Panen Jagung Serentak di Desa Telagawaru Dimonitor Langsung<\/h3>\n<p>Suasana di lahan jagung Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, tampak berbeda dari biasanya, sabtu (24\/5\/2025). Tim dari Polres Lombok Barat hadir untuk memonitor langsung kesiapan panen jagung serentak yang direncanakan pada 2 Juni 2025 mendatang.<\/p>\n<p>Kehadiran aparat kepolisian ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk dukungan dan pengawasan agar proses panen berjalan lancar dan aman.<\/p>\n<h3>Potensi Ekonomi Jagung Manis<\/h3>\n<p>Lokasi monitoring terfokus pada lahan jagung milik Bapak Ramli, seorang warga Dusun Telagawaru, Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi.<\/p>\n<p>Lahan seluas 1 hektar ini telah ditanami jagung manis, dan rencananya, panen serentak akan dilakukan di lahan seluas 25 are. Angka ini mungkin terlihat kecil, namun potensi ekonominya cukup menjanjikan.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Ramli, sang pemilik lahan, berbagi cerita mengenai perkiraan hasil panen. Ia menyampaikan bahwa dari lahan seluas 25 are tersebut, ia memproyeksikan panen jagung akan mencapai 18 kuintal.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan hasil panen 18 kuintal ini, saya perkirakan omsetnya bisa mencapai sekitar Rp 9 juta,&#8221; ujar Bapak Ramli dengan senyum. Hasil panen jagung manis ini, lanjutnya, akan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat, memastikan pasokan sayuran segar bagi masyarakat.<\/p>\n<h3>Komitmen Polres Lobar untuk Petani dan Ketahanan Pangan<\/h3>\n<p>AKP Dewi Komalasari, S.H., selaku Kabag SDM Polres Lombok Barat, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal para petani hingga proses panen.<\/p>\n<p>&#8220;Polres Lombok Barat akan terus mengawal dan mendampingi para petani jagung di wilayah hukum kami hingga panen serentak dapat terlaksana dengan sukses,&#8221; tegas AKP Dewi Komalasari.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari dukungan Polres Lombok Barat terhadap ketahanan pangan daerah dan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>Kehadiran Polres Lombok Barat dalam kegiatan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dari sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.<\/p>\n<p>Diharapkan, dengan pengawalan ketat ini, panen jagung serentak pada 2 Juni mendatang dapat berjalan optimal. Memberikan manfaat maksimal bagi para petani dan stabilitas pasokan pangan di Lombok Barat.<\/p>\n<p>Kegiatan monitoring ini dihadiri langsung oleh Kabag SDM Polres Lombok Barat, AKP Dewi Komalasari, S.H., bersama Kapolsek Labuapi, IPDA Nyoman Rudi Santosa.<\/p>\n<p>Serta Kanit Binmas Polsek Labuapi, Ipda Nursidi, S.H., S.E., S.Pd., beserta personel Polsek Labuapi, menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam mengawal agenda penting ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat, NTB \u2013 Kepolisian Resor Lombok Barat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16232,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[826,602,486,482,851,846,604,719,588,1128],"class_list":["post-16230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-dukungan","tag-jagung","tag-labuapi","tag-lombok","tag-monitoring","tag-panen","tag-pangan","tag-petani","tag-polres","tag-telagawaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16231,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16230\/revisions\/16231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}