{"id":16135,"date":"2025-05-23T09:08:33","date_gmt":"2025-05-23T09:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=16135"},"modified":"2025-05-23T09:08:32","modified_gmt":"2025-05-23T09:08:32","slug":"petani-jagung-lombok-barat-disambangi-polri-ini-tujuannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/05\/23\/petani-jagung-lombok-barat-disambangi-polri-ini-tujuannya\/","title":{"rendered":"Petani Jagung Lombok Barat Disambangi Polri, Ini Tujuannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat, NTB &#8211;<\/strong> Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani kembali ditunjukkan melalui kegiatan sambang dan silaturahmi yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga, Polsek Kuripan, Polres Lombok Barat.<\/p>\n<p>Bhabinkamtibmas bersama petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menyambangi para petani jagung di Dusun Tambang Eleh dan Dusun Beremi, kamis (22\/5\/2025).<\/p>\n<p>Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi tanaman jagung. Serta serta mempererat hubungan komunikasi dengan masyarakat petani.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk selalu dekat dengan masyarakat, termasuk para petani,&#8221; ujar Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H.<\/p>\n<p>Menjelaskan pentingnya kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat. &#8220;Kami ingin memastikan bahwa petani merasa didampingi dan segala kendala di lapangan dapat teridentifikasi serta dicarikan solusinya Bersama,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<h3>Mendalami Potensi dan Tantangan Petani Jagung<\/h3>\n<p>Kunjungan ini melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga dan Petugas PPL Desa Jagaraga, Dewa Ketut Bratasuta.<\/p>\n<p>Mereka secara langsung mengecek lahan-lahan jagung milik petani di kedua dusun. Hasil pengecekan menunjukkan keragaman varietas jagung yang ditanam serta luas lahan yang bervariasi.<\/p>\n<p>Di Dusun Tambang Eleh, tim menemukan beberapa petani yang sedang bersemangat mengelola lahannya.<\/p>\n<p>I Gede Sudana menanam jagung Eksotic (jagung manis) seluas 30 are, sementara I Komang Sada membudidayakan jagung NK 7328 SUMO seluas 60 are.<\/p>\n<p>Ada pula Muzaki dengan jagung NK 7328 seluas 150 are, dan I Made Sutrada yang menanam jagung Pioneer 21 di lahan seluas 50 are.<\/p>\n<p>Keberagaman varietas ini menunjukkan adaptasi petani terhadap permintaan pasar dan kondisi lahan setempat.<\/p>\n<p>Tidak hanya di Tambang Eleh, pengecekan juga dilakukan di Dusun Beremi. Di sana, I Wayan Diktayatna fokus pada penanaman jagung Pioneer 88 seluas 20 are.<\/p>\n<p>Interaksi langsung dengan para petani ini menjadi momen penting untuk mendengarkan aspirasi mereka. Mengetahui permasalahan yang mungkin dihadapi, serta memberikan edukasi terkait praktik pertanian yang baik.<\/p>\n<h3>Sinergi untuk Ketahanan Pangan Daerah<\/h3>\n<p>Dengan adanya kunjungan langsung, Bhabinkamtibmas dan PPL dapat memperoleh data akurat mengenai kondisi pertanian di lapangan.<\/p>\n<p>Data ini, seperti yang tercatat di UPT Pertanian Kuripan, menunjukkan bahwa untuk Desa Jagaraga, terdapat lahan milik I Gede Sudana seluas 25 are dan lahan milik I Komang Sada seluas 25 are yang telah masuk dalam pendataan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap dengan adanya pendataan dan pemantauan langsung ini, program-program bantuan atau dukungan dari pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi peningkatan hasil panen petani,&#8221; tambah Ipda I Wayan Eka Ariyana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat, NTB &#8211; Komitmen Polri dalam mendukung&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16137,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-16135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16135"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16136,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16135\/revisions\/16136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}