{"id":15067,"date":"2025-05-13T08:35:30","date_gmt":"2025-05-13T08:35:30","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=15067"},"modified":"2025-05-13T08:35:31","modified_gmt":"2025-05-13T08:35:31","slug":"peringatan-waisak-di-lombok-barat-pengamanan-polsek-jamin-ketentraman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/05\/13\/peringatan-waisak-di-lombok-barat-pengamanan-polsek-jamin-ketentraman\/","title":{"rendered":"Peringatan Waisak di Lombok Barat: Pengamanan Polsek Jamin Ketentraman"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sekotong, Lombok Barat &#8211;<\/strong> Suasana khidmat menyelimuti Vihara Giri Ratana Surya Lenong, Dusun Makam Kedaro, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, saat umat Buddha melaksanakan peringatan detik-detik Trisuci Waisak 2025.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung pada Senin (12\/5\/2025) mulai pukul 23.30 Wita hingga selesai ini berjalan aman dan kondusif berkat pengamanan yang dilakukan oleh personel Polsek Sekotong.<\/p>\n<p>Anggota Polsek Sekotong sigap melaksanakan pengamanan di lokasi vihara. Kegiatan pengamanan ini memastikan jalannya persembahyangan yang diikuti oleh sekitar 30 umat Buddha berlangsung dengan lancar dan tanpa gangguan.<\/p>\n<p>Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., dalam keterangan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas kelancaran kegiatan pengamanan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kami bersyukur kegiatan peringatan detik-detik Trisuci Waisak di Vihara Giri Ratana Surya Lenong dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Ini semua berkat kesiapsiagaan anggota di lapangan dan juga kerjasama yang baik dengan masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h3>Situasi Kamtibmas Kondusif dan Rasa Aman Umat<\/h3>\n<p>Lebih lanjut, Iptu I Ketut Suriarta menjelaskan bahwa pengamanan yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif.<\/p>\n<p>Serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Buddha yang tengah melaksanakan persembahyangan. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi ibadah memberikan ketenangan bagi para peserta.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin memastikan saudara-saudara kita umat Buddha dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk tanpa adanya rasa khawatir. Situasi yang aman dan nyaman adalah prioritas utama kami,&#8221; tegas Kapolsek.<\/p>\n<h3>Apresiasi Masyarakat kepada Polsek Sekotong<\/h3>\n<p>Upaya pengamanan yang dilakukan oleh Polsek Sekotong mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat, khususnya umat Buddha yang hadir dalam peringatan detik-detik Trisuci Waisak.<\/p>\n<p>Ucapan terima kasih disampaikan atas dedikasi dan profesionalisme anggota kepolisian dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n<h3>Monitoring Ketat dari Kapolsek<\/h3>\n<p>Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, secara langsung memonitor jalannya kegiatan pengamanan. Memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional.<\/p>\n<p>Situasi di sekitar vihara terus dipantau hingga seluruh rangkaian acara selesai dan umat kembali ke kediaman masing-masing.<\/p>\n<p>&#8220;Kami terus memantau perkembangan situasi hingga kegiatan benar-benar selesai dan dipastikan aman. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah tanggung jawab kami,&#8221; pungkas Iptu I Ketut Suriarta.<\/p>\n<p>Kegiatan peringatan detik-detik Trisuci Waisak 2025 di Vihara Giri Ratana Surya Lenong berakhir dengan situasi terpantau aman dan kondusif.<\/p>\n<p>Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan menciptakan rasa aman bagi seluruh warga, khususnya dalam menjalankan ibadah keagamaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekotong, Lombok Barat &#8211; Suasana khidmat menyelimuti Vihara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15069,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15067"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15067\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15068,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15067\/revisions\/15068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}