{"id":13471,"date":"2025-04-26T07:02:17","date_gmt":"2025-04-26T07:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=13471"},"modified":"2025-04-26T07:02:17","modified_gmt":"2025-04-26T07:02:17","slug":"dukung-indonesia-emas-2045-mungkinkah-petani-lokal-jadi-penopang-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/04\/26\/dukung-indonesia-emas-2045-mungkinkah-petani-lokal-jadi-penopang-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Dukung Indonesia Emas 2045, Mungkinkah Petani Lokal Jadi Penopang Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"<p>Komitmen Polsek Dompu dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional kembali diwujudkan lewat aksi nyata di tengah masyarakat. Kamis (24\/4\/2025), Bhabinkamtibmas Desa Manggenae, Bripka Junaidin, melakukan pemantauan langsung terhadap hasil panen jagung milik warga binaannya, Jainudin, di Dusun Sorikuta, Desa Manggenae, Kecamatan Dompu.<\/p>\n<p>Lahan seluas 7.000 meter persegi yang tergabung dalam Kelompok Tani &#8220;So Cafa Lemba&#8221; tersebut diperkirakan menghasilkan 6,5 ton jagung. Komoditas tersebut rencananya akan disalurkan ke penampung lokal, Anwar, dengan harga jual Rp4.200 per kilogram.<\/p>\n<p>Dalam keterangannya, Bripka Junaidin menyatakan bahwa peran kepolisian saat ini tidak hanya soal keamanan.<\/p>\n<p>&gt; \u201cKami hadir untuk mendukung dan menyemangati warga agar terus berinovasi memanfaatkan lahan yang ada demi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,\u201d ujarnya di lokasi.<\/p>\n<p>Ia juga mendorong agar para petani tidak ragu berkoordinasi dengan pihak PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) jika menemui hambatan dalam teknis maupun pengadaan sarana-prasarana pertanian.<\/p>\n<p>Langkah proaktif ini menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Kegiatan berjalan aman, lancar, dan penuh semangat kolaboratif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komitmen Polsek Dompu dalam mendukung Program Ketahanan Pangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13471","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13471"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13472,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13471\/revisions\/13472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}