{"id":13246,"date":"2025-04-24T06:22:17","date_gmt":"2025-04-24T06:22:17","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=13246"},"modified":"2025-04-24T06:22:18","modified_gmt":"2025-04-24T06:22:18","slug":"polisi-dampingi-prosesi-nyongkolan-ciptakan-keamanan-dan-kenyamanan-masyarakat-sekotong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/04\/24\/polisi-dampingi-prosesi-nyongkolan-ciptakan-keamanan-dan-kenyamanan-masyarakat-sekotong\/","title":{"rendered":"Polisi Dampingi Prosesi Nyongkolan, Ciptakan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat Sekotong"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sekotong, Lombok Barat \u2013<\/strong> Suasana suka cita mewarnai Dusun Mekar Sari, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (23\/4\/2025) sore.<\/p>\n<p>Rombongan masyarakat yang melaksanakan tradisi adat Nyongkolan bergerak dari Dusun Jerenjeng menuju Dusun Mekar Sari dengan iringan musik kecimol yang menambah semarak acara.<\/p>\n<p>Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan tersebut, personel dari Polsek Sekotong hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan pengamanan.<\/p>\n<p>Sebanyak empat anggota Polsek Sekotong diterjunkan untuk mengawal jalannya tradisi Nyongkolan ini.<\/p>\n<p>Mereka aktif melakukan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalan raya Sekotong Barat, tempat rombongan melintas.<\/p>\n<p>Selain itu, petugas kepolisian juga memberikan imbauan kepada rombongan pengantin dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.<\/p>\n<p>Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan adat seperti ini adalah wujud komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami hadir untuk memastikan tradisi Nyongkolan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancer. Sehingga masyarakat dapat merayakannya dengan khidmat dan tanpa gangguan,&#8221; ujarnya di lokasi pengamanan.<\/p>\n<h3>Pengamanan Humanis Ciptakan Situasi Kondusif<\/h3>\n<p>Pengamanan yang dilakukan oleh anggota Polsek Sekotong berlangsung secara humanis dan persuasif.<\/p>\n<p>Petugas berinteraksi dengan masyarakat, dan membantu mengatur jalannya rombongan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.<\/p>\n<p>Kehadiran polisi ini disambut baik oleh masyarakat yang melaksanakan Nyongkolan maupun pengguna jalan yang melintas.<\/p>\n<h3>Tradisi Nyongkolan Berjalan Lancar, Apresiasi Mengalir<\/h3>\n<p>Kegiatan pengamanan tradisi adat Nyongkolan ini berlangsung dari pukul 17.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA.<\/p>\n<p>Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.<\/p>\n<p>Situasi terpantau aman dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai dan personel Polsek Sekotong kembali ke Mako.<\/p>\n<p>Keberhasilan pengamanan ini tidak hanya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan tradisi, tetapi juga bagi para pengguna jalan raya.<\/p>\n<p>Ucapan terima kasih dan apresiasi dari masyarakat kepada personel Polsek Sekotong pun mengalir atas dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.<\/p>\n<p>Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa pihaknya akan terus hadir dan memberikan pengamanan pada setiap kegiatan masyarakat yang memerlukan kehadiran Polri.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan selalu siap melayani dan mengayomi masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian tradisi dan budaya yang ada di wilayah Sekotong,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan pengamanan tradisi adat Nyongkolan ini menjadi contoh sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.<\/p>\n<p>Sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya luhur. Kehadiran Polsek Sekotong dalam kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan antara aparat kepolisian dan masyarakat Lombok Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekotong, Lombok Barat \u2013 Suasana suka cita mewarnai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13246","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13246"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13246\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13247,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13246\/revisions\/13247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}