Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar upacara pengecekan kesiapan personel, peralatan, dan sarana prasarana untuk menghadapi situasi darurat atau potensi gangguan keamanan/bencana alam.
Apel memastikan respon cepat, tepat, dan sinergis dalam menangani situasi krisis atau bencana itu dipimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH.,Senin 6 April 2026 pagi tadi di lapangan Apel Mapolres Bima Kabupaten.
Kegiatan Apel kesiapan kontingensi dengan sandi aman nusa I rinjani 2026 itu diikuti oleh Seluruh PJU dan personel Polres Bima Kabupaten.
Apel ini untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi situasi darurat, bencana alam, maupun gangguan Kamtibmas eskalasinya tinggi.
Dalam amanatnya Kapolres Bima AKBP M.Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH, melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menyampaikan Apel ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi potensi konflik sosial yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah hukum Polres Bima.
Berdasarkan data gangguan kamtibmas, pada tahun 2025 telah terjadi 626 kejadian, meningkat dari tahun 2024 sebanyak 476 kejadian, atau naik sekitar 31,5%. selain itu, tingkat penyelesaian perkara juga meningkat, yang menunjukkan dinamika gangguan kamtibmas semakin kompleks.
Lanjutnya, data kejahatan yang meresahkan (crime index) juga mengalami peningkatan, dari 193 kejadian pada tahun 2024 menjadi 225 kejadian pada tahun 2025, atau naik sekitar 16,6%, dengan peningkatan signifikan pada kasus curas sebesar 185,7%.
“Hal ini menunjukkan bahwa potensi gangguan kamtibmas, termasuk konflik sosial, masih sangat tinggi dan memerlukan kesiapan maksimal dari seluruh personel”. Ujarnya.
Keberhasilan Kontingensi Aman Nusa | Rinjani ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dalam menangani konflik, tetapi juga oleh kemampuan dalam mencegah konflik sejak dini dan menjaga stabilitas kamtibmas tetap kondusif.
“Dengan kesiapan, soliditas, dan dedikasi seluruh personel, kita mampu melaksanakan tugas ini dengan baik”. Pesannya.
Kapolres juga menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara
“Hindari tindakan kontra produktif, arogansi, maupun pelanggaran yang dapat merusak citra Polri”. Tutupnya.












