LOMBOK BARAT – Kawasan pesisir Sekotong Barat kembali berdenyut dengan semangat pelestarian lingkungan dan kemeriahan budaya. Memasuki hari kedua, gelaran Festival Gitanada 2026 yang dipusatkan di Pelabuhan Tawun, Desa Sekotong Barat, sukses menarik antusiasme masyarakat pada Minggu (5/4/2026). Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Terumbu Indonesia Biru ini mengombinasikan harmoni musik, kekayaan budaya, serta aksi nyata dalam menjaga ekosistem laut.
Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat memberikan pengamanan ekstra di titik-titik keramaian. Pengamanan ketat ini merupakan komitmen kepolisian dalam mendukung sektor pariwisata dan kegiatan positif masyarakat yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan.
Sinergi Pengamanan Polri dalam Festival Gitanada 2026
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan hanya sekadar formalitas, melainkan upaya preventif untuk menjamin kenyamanan seluruh peserta dan pengunjung. Sejak pagi hari, personel Polsek Sekotong telah bersiaga di area pelabuhan dan sepanjang rute kegiatan.
“Kami telah menurunkan personel sesuai dengan surat perintah (sprin) untuk mengawal jalannya Festival Gitanada 2026 pada hari kedua ini. Fokus utama kami adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas, keamanan lokasi penanaman, serta memastikan seluruh peserta jalan sehat dapat mengikuti rute dengan aman,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.
Beliau juga menambahkan bahwa koordinasi dengan panitia penyelenggara dan tokoh masyarakat setempat berjalan sangat baik. Hal ini terbukti dari situasi di lapangan yang tetap kondusif meskipun melibatkan massa dalam jumlah yang cukup banyak di kawasan terbuka.
Rangkaian Kegiatan: Dari Jalan Sehat hingga Edukasi Ekosistem
Rangkaian acara dimulai tepat pukul 07.30 WITA, diawali dengan proses registrasi yang disambut hangat oleh warga. Ketua Panitia Festival Gitanada dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan. Pesan utama yang ditekankan adalah bagaimana festival ini mampu memantik kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian terumbu karang di perairan Lombok Barat.
Selain aspek lingkungan, keselamatan peserta tetap menjadi prioritas utama. Kepala Dusun Tawun pun turut memberikan imbauan teknis agar peserta jalan sehat tetap menggunakan jalur kiri dan tidak menyeberang sembarangan demi menghindari insiden lalu lintas. Sekitar 150 peserta kemudian dilepas untuk memulai rute jalan sehat dari Pelabuhan Tawun menuju Pantai Kemos dan kembali lagi ke titik awal.
Aksi Nyata Penanaman Terumbu Karang dan Penghijauan Bukit
Momentum yang paling dinantikan adalah aksi lingkungan yang dimulai pada pukul 08.15 WITA. Peserta, termasuk anak-anak usia sekolah, diajak terlibat langsung dalam penanaman terumbu karang di perairan sekitar Pelabuhan Tawun. Tidak hanya menanam, panitia memberikan edukasi mendalam mengenai fungsi vital terumbu karang sebagai benteng pesisir dan habitat biota laut.
Iptu I Ketut Suriarta kembali menekankan pentingnya kegiatan edukatif semacam ini. Menurutnya, keterlibatan kepolisian dalam pengamanan juga bertujuan agar pesan pelestarian ini sampai kepada generasi muda dengan cara yang aman dan menyenangkan.
“Kegiatan ini sangat positif karena memadukan unsur hiburan dengan edukasi lingkungan. Kami melihat antusiasme anak-anak saat belajar tentang terumbu karang sangat luar biasa. Ini merupakan langkah preventif jangka panjang dalam menjaga aset alam kita di Sekotong,” tambah Kapolsek Sekotong tersebut.
Aksi berlanjut pada pukul 09.00 WITA dengan penanaman pohon di area Bukit Dusun Jerenjeng. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi abrasi dan menjaga ketersediaan air tanah di wilayah perbukitan Sekotong.
Penutupan yang Meriah dan Kondusif
Menjelang siang, suasana semakin semarak dengan agenda pengundian doorprize dan kuis interaktif yang diikuti oleh seluruh peserta. Keceriaan nampak di wajah para warga yang mendapatkan hadiah menarik, sekaligus membawa pulang ilmu baru tentang menjaga alam. Seluruh rangkaian acara resmi berakhir pada pukul 10.00 WITA.
Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga acara ditutup, tidak ada laporan mengenai gangguan keamanan maupun kecelakaan. Seluruh alur kegiatan, mulai dari pembukaan hingga kepulangan peserta, berlangsung dengan aman dan lancar. Keberhasilan Festival Gitanada 2026 hari kedua ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang, yang mampu mengangkat potensi wisata Sekotong sekaligus menjaga kelestarian alamnya secara berkelanjutan.










