Berita

Peduli Nelayan, Dit Polairud Polda NTB Bagikan Takjil di Perairan Sape

×

Peduli Nelayan, Dit Polairud Polda NTB Bagikan Takjil di Perairan Sape

Share this article

 

Mataram, NTB – Wujud kepedulian terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan, Direktorat Polairud Polda NTB menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada para nelayan di Perairan Sape, Kabupaten Bima, Jumat (14/03/2025).

Dengan menggunakan Kapal XXI-2012, personel Dit Polairud menyisir kawasan perairan untuk membagikan paket takjil langsung kepada nelayan yang sedang melaut. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata Polri bagi masyarakat pesisir yang tetap bekerja keras mencari nafkah meski tengah menjalankan ibadah puasa.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menyampaikan bahwa aksi bagi takjil ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meringankan beban para nelayan yang berbuka di tengah laut.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para nelayan yang tetap melaut di bulan Ramadan. Semoga takjil yang dibagikan dapat membantu mereka berbuka puasa di tengah aktivitas,” ujarnya.

Selain membagikan takjil, petugas juga memberikan imbauan kepada para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dan menghindari praktik ilegal seperti penggunaan bahan peledak atau alat tangkap yang melanggar hukum demi menjaga kelestarian lingkungan laut.

“Kami juga mengingatkan para nelayan agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan tetap mematuhi aturan dalam mencari ikan, demi keselamatan bersama,” tambah Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Aksi sosial ini mendapat respons positif dari para nelayan yang merasa terbantu dan mengapresiasi perhatian Polda NTB terhadap kesejahteraan mereka.

Melalui kegiatan ini, Dit Polairud Polda NTB berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir dan mendorong terciptanya keamanan serta ketertiban di wilayah perairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…