Berita

Bhabinkamtibmas Pantau Lahan Jagung di Madaprama untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2025

×

Bhabinkamtibmas Pantau Lahan Jagung di Madaprama untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2025

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2025, Bhabinkamtibmas Desa Madaprama, Bripka Rijaidin, melakukan pemantauan terhadap lahan pertanian yang ditanami jagung di Dusun Madaprama Timur, Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Jumat (14/2/2025).

Pemantauan ini dilakukan di lahan milik Arahim, seorang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Madaprama Jaya. Tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan serta memperkuat perekonomian lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Rijaidin memberikan motivasi dan dorongan kepada Arahim agar terus berinovasi dalam mengelola lahan pertaniannya. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal agar hasil panen dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta warga sekitar.

Selain itu, Bhabinkamtibmas mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, terutama dalam menjalankan aktivitas pertanian di lapangan. Sementara itu, Arahim menyampaikan bahwa jagung yang ditanamnya diperkirakan akan siap panen pada minggu mendatang.

Dengan adanya pendampingan dari aparat kepolisian, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk mengembangkan sektor pertanian dan turut serta dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…