Berita

Bhabinkamtibmas Desa Beringin Jaya Pantau Lahan Pertanian dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

×

Bhabinkamtibmas Desa Beringin Jaya Pantau Lahan Pertanian dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2024, Bhabinkamtibmas Desa Beringin Jaya, Polsek Pekat, Brigpol M. Junaidi, melakukan pemantauan lahan pertanian di Dusun Punia, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, pada Rabu (26/2/2025) pukul 10.20 WITA.

Lahan pertanian milik Sanip ini telah ditanami jagung sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan lahan dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat agar hasil panen dapat maksimal.

Brigpol M. Junaidi menekankan bahwa kehadiran Polri dalam program ini tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan kepada petani dalam meningkatkan produksi pertanian guna memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan mendukung masyarakat agar lebih produktif dalam mengelola lahan pertanian mereka. Harapannya, program ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum,” ujarnya.

Pemilik lahan dan warga setempat menyambut baik inisiatif ini serta berharap adanya pendampingan berkelanjutan. Dengan pemantauan ini, diharapkan hasil pertanian dapat lebih optimal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif, serta menjadi bagian dari sinergi Polsek Pekat dengan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…