Berita

Bhabinkamtibmas O’o Pantau Lahan Jagung dan Beri Motivasi Warga

×

Bhabinkamtibmas O’o Pantau Lahan Jagung dan Beri Motivasi Warga

Share this article

Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2045, Bhabinkamtibmas Desa O’o, AIPDA Sirjono, melakukan pemantauan lahan jagung milik Bapak H. Ardin di Dusun Muhajirin, Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pada Selasa (18/2/2025) pukul 08.40 WITA.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, serta memberikan motivasi kepada pemilik lahan agar terus mengembangkan tanaman jagung dan hasil pertanian lainnya.

“Kami mengajak warga untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia. Dengan inovasi dan kerja keras, lahan yang ada bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan,” ujar AIPDA Sirjono kepada pemilik lahan.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar petani selalu berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) jika menghadapi kendala teknis atau kesulitan mendapatkan sarana dan prasarana pertanian. Dengan dukungan dari pihak terkait, diharapkan produksi pertanian semakin meningkat dan berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami siap mendukung dan membantu warga agar lebih mudah mendapatkan akses ke sarana pertanian yang dibutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Dompu, IPDA Ade Helmi, SH, menegaskan bahwa kepedulian Polri terhadap sektor pertanian adalah bagian dari komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami terus berupaya memberikan pendampingan kepada masyarakat, terutama di sektor pertanian, agar program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” ujar IPDA Ade Helmi, SH.

Kegiatan pemantauan ini berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Diharapkan langkah ini bisa menjadi pemicu semangat bagi petani lainnya untuk lebih giat dalam mengelola lahan pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…