Berita

Patroli Dialogis Polres Lombok Tengah, Bangun Sinergi dengan Masyarakat untuk Jaga Kamtibmas.

×

Patroli Dialogis Polres Lombok Tengah, Bangun Sinergi dengan Masyarakat untuk Jaga Kamtibmas.

Share this article

Lombok Tengah (NTB) – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Lombok Tengah terus meningkatkan kegiatan patroli dialogis sebagai bentuk pendekatan langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi serta mempererat hubungan antara kepolisian dan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi, Kamis (20/2) menjelaskan bahwa patroli dialogis dilakukan di berbagai lokasi strategis, seperti kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat berkumpulnya masyarakat. Dalam patroli ini, petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi serta memberikan himbauan terkait Kamtibmas.

“Patroli dialogis merupakan langkah preventif kami dalam mencegah potensi gangguan keamanan. Dengan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” ujar Kasi Humas.

Selain itu, patroli ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Polisi mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan serta tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan.

Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan berharap patroli dialogis terus dilakukan secara rutin. Dengan adanya kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, warga merasa lebih tenang dan terlindungi.

Polres Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Patroli dialogis akan terus digalakkan sebagai salah satu strategi utama dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…