Berita

Polsek Jajaran Polres Bima Kota Rutin Gelar Patroli KRYD dan Quick Wins Malam Minggu

×

Polsek Jajaran Polres Bima Kota Rutin Gelar Patroli KRYD dan Quick Wins Malam Minggu

Share this article

Kota Bima, NTB (16 Februari 2025) – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek jajaran Polres Bima Kota melaksanakan Patroli Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan Quick Wins pada Sabtu malam, 15 Februari 2025, sekitar pukul 21.15 WITA. Kegiatan patroli ini menyasar berbagai titik strategis di wilayah hukum masing-masing Polsek jajaran Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat malam Minggu yang biasanya diwarnai dengan peningkatan aktivitas warga.

Dalam patroli tersebut, petugas mengimbau masyarakat di Pelabuhan Bima agar bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu ketertiban. Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak menyimpan, membawa, atau menguasai senjata tajam (sajam), serta tidak memperjualbelikan minuman keras (miras) yang dapat memicu tindak kriminal.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan keamanan lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks yang beredar di media sosial.

“Dengan adanya patroli ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Kami juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar,” ujar Ipda Baiq Fitria Ningsih.

Kegiatan patroli KRYD dan Quick Wins akan terus dilaksanakan secara rutin guna memastikan wilayah hukum Polres Bima Kota tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…