Berita

Polres Loteng Tampung Informasi Dan Keluhan Masyarakat Saat Patroli Dialogis.

×

Polres Loteng Tampung Informasi Dan Keluhan Masyarakat Saat Patroli Dialogis.

Share this article

Lombok Tengah (NTB) – Kepolisian melakukan patroli dialogis di Kelurahan Prapen Kecamatan Praya untuk menyerap informasi dan keluhan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasi Humas IPTU L. brata Kusnadi di Praya, Rabu (20/11) menyebutkan, kegiatan tersebut ditujukan untuk mengetahui perkembangan situasi kamtibmas yang ada di lingkungan masyarakat.

“Petugas menyapa sekaligus bersilaturahmi langsung dengan masyarakat setempat, membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, keluhan dan informasi-informasi penting dari masyarakat,” ujar Brata.

Brata menuturkan bahwa pelibatan masyarakat dalam pemeliharaan keamanan menjadi salah satu strategi yang diutamakan dalam kegiatan tersebut.

“Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, kondusif dan saling percaya,” ujar Brata.

Selama patroli dialogis, pihaknya memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya peran aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Selain itu, petugas juga memberikan informasi terkait tindakan preventif yang dapat diambil oleh masyarakat guna mengurangi potensi terjadinya tindak kejahatan,” kata Brata.

Adapun hasil dari kegiatan tersebut menjadi dasar bagi Kepolisian dalam menyusun strategi pengamanan yang lebih efektif.

“Dengan melibatkan masyarakat secara aktif diharapkan dapat tercipta sinergi antara Kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan berkualitas,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…