Berita

Patroli Fajar Humanis Polres Loteng Cegah Aksi Kriminalitas Pada Malam Hari.

×

Patroli Fajar Humanis Polres Loteng Cegah Aksi Kriminalitas Pada Malam Hari.

Share this article

Lombok Tengah (NTB) – Kepolisian Resor Lombok Tengah mengintensifkan patroli fajar humanis guna mencegah kejahatan terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah pada malam hari.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi di Praya, Selasa (11/2), mengatakan, Polres Lombok Tengah menggencarkan patroli malam hari mulai pukul 01.00 hingga 05.00 wita guna mengantisipasi aksi kriminalitas yang cenderung terjadi di jam-jam tersebut.

Ia mengatakan patroli tersebut sebagai bentuk antisipasi Polres Lombok Tengah untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan seperti kasus 3C yang dapat mengganggu terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Polres Lombok Tengah melakukan patroli dengan menyisir sejumlah lokasi yang dianggap rentan terjadi tindak kriminalitas, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif agar tindak kejahatan tidak terjadi pada malam hari,” katanya.

Menurut dia, patroli juga dilaksanakan dengan melakukan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat dan menghimbau untuk bersama-sama menjaga kamtibmas.

“Polres Lombok Tengah ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, sehingga masyarakat pada malam hari dapat merasa aman dan damai, “katanya.

Ia mengatakan bahwa Polres Lombok Tengah mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga Lombok Tengah agar tetap dalam kondisi aman dan damai, masyarakat diharapkan dapat melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan dilingkungan sekitar.

“Laporkan jika ada hal mencurigakan atau potensi kejahatan agar dapat ditindak sesuai aturan hukum. Kerja sama Polres Lombok Tengah dan masyarakat sangat penting menciptakan rasa aman dan damai,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…