Berita

Kasubsektor Daru dan Bhabinkamtibmas Desa Sanolo Sambangi Warga Binaan Imbau Jaga Kamtibmas

×

Kasubsektor Daru dan Bhabinkamtibmas Desa Sanolo Sambangi Warga Binaan Imbau Jaga Kamtibmas

Share this article

 

 

Kasubsektor Daru Polres Bima Kabupaten Polda NTB didam Bhabinkamtibmas Desa Sondosia melaksanakan sambang warga di desa binaan pada Sabtu 12 September 2026 pukul 09.00. Wita

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sambang Kamtibmas Humanis untuk mempererat kemitraan dengan masyarakat sekaligus memantau situasi Kamtibmas diwilayah Desa binaan .

 

Dalam giat sambang tesebut, Bripka Abdurahman selaku Bhabinkamtibmas di Desa Sanolo dan Kasubsektor Daru
berdialog langsung dengan warga dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas .

 

Warga diingatkan, untuk tetap waspada terhadap tindak pidana, tidak mudah terprovokasi dengan isu Hoaks di medsos, dan segera lapor ke Bhabinkamtibmas jika melihat hal yang mencurigakan.

 

Selain itu, warga juga diajak untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, dan saling mengingatkan antar tetangga, kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan mendapat sambutan positif dari masyarakat .

 

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K..MH. melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka mengatakan, sambang desa binaan adalah wujud Polri hadir ditengah masyarakat .

“Komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat akan menciptakan situasi yang aman dan kondusif,”Ujarnya

Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan aman pungkas Adib menutup rilisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…