Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Laksanakan Patroli Rutin, Jaga Kamtibmas di Area Pelabuhan

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Laksanakan Patroli Rutin, Jaga Kamtibmas di Area Pelabuhan

Share this article

Kota Bima, NTB – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Polres Bima Kota melaksanakan patroli rutin di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan patroli dilaksanakan sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di kawasan Pelabuhan Bima, khususnya Terminal 1 dan Terminal 2. Patroli menyasar aktivitas buruh, Anak Buah Kapal (ABK), sopir, pedagang, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Iptu Yakub menjelaskan, patroli rutin tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kawasan pelabuhan.

“Personel Polsek Kawasan melaksanakan patroli saat berlangsungnya aktivitas bongkar muat barang campuran yang dilakukan oleh para buruh di area Pelabuhan Bima,” jelas Iptu Yakub.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada para buruh, sopir, masyarakat maupun pedagang yang melakukan aktivitas di kawasan Pelabuhan Bima.

Masyarakat diingatkan agar tidak menyimpan, membawa maupun menguasai senjata tajam (sajam), serta tidak mengonsumsi maupun menjual minuman keras (miras) yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Menurut Iptu Yakub, kegiatan patroli rutin akan terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi seperti Pelabuhan Bima.

“Melalui patroli dan imbauan secara langsung, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.

Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi di kawasan Pelabuhan Bima, Terminal 1 dan 2, terpantau aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…