Berita

Polres Lotim Siap Amankan Seluruh Rangkaian Kegiatan hingga Puncak Hultah NWDI ke-91

×

Polres Lotim Siap Amankan Seluruh Rangkaian Kegiatan hingga Puncak Hultah NWDI ke-91

Share this article

Lombok Timur – Polres Lombok Timur siap mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Hultah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-91 tahun 2026. Pengamanan dilakukan mulai dari kegiatan Pawai Ta’aruf hingga rangkaian kegiatan pada hari puncak Hultah NWDI.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Lombok Timur akan menerjunkan ratusan personel yang melibatkan personel Polres hingga Polsek jajaran. Pengamanan tersebut difokuskan pada sejumlah titik kegiatan, jalur yang dilalui peserta pawai, serta lokasi yang menjadi pusat kegiatan Hultah.

P.S. Kasi Humas Polres Lombok Timur menyampaikan, pengerahan personel merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan rangkaian Hultah NWDI ke-91.

“Polres Lombok Timur siap mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Hultah NWDI ke-91, mulai dari Pawai Ta’aruf hingga hari puncak. Ratusan personel Polres dan Polsek jajaran akan diterjunkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar,” ujar P.S. Kasi Humas Polres Lombok Timur.

Selain pengamanan kegiatan, personel juga akan melakukan pengaturan lalu lintas dan rekayasa arus apabila terjadi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Hal ini dilakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Polres Lombok Timur juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Keamanan dan kelancaran Hultah NWDI ke-91 merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan nyaman,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…