Berita

Bhabinkamtibmas Kelurahan Geres Amankan Penebangan Pohon, Antisipasi Gangguan Pengguna Jalan

×

Bhabinkamtibmas Kelurahan Geres Amankan Penebangan Pohon, Antisipasi Gangguan Pengguna Jalan

Share this article

Lombok Timur – Bhabinkamtibmas Kelurahan Geres, Polsek Labuhan Haji, Polres Lombok Timur, Aipda Riawan Rohadi melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas saat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur melakukan penebangan pohon yang berpotensi roboh di pinggir Jalan Raya Geres Baret, Kelurahan Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita. Pengamanan dilakukan untuk memastikan proses penebangan berjalan aman sekaligus mengantisipasi gangguan terhadap masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di lokasi.

Selama kegiatan berlangsung, Aipda Riawan Rohadi melakukan pengaturan arus lalu lintas serta mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi penebangan. Langkah tersebut dilakukan mengingat aktivitas penebangan pohon berada di sisi jalan yang cukup dekat dengan jalur masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah kelurahan atau pihak berwenang apabila menemukan pohon yang berpotensi tumbang. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah pohon roboh dan membahayakan keselamatan warga maupun pengguna jalan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Aipda Riawan juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan kompor telah dimatikan setelah selesai digunakan sebagai langkah pencegahan kebakaran.

Kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri memberikan pelayanan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan warga di wilayah binaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…