Berita

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Desa Bukit Damai Kec. Maluk KSB Tahun 2026*

×

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Desa Bukit Damai Kec. Maluk KSB Tahun 2026*

Share this article

*BUKIT DAMAI, MALUK, SUMBAWA BARAT – mediaberitainvestigasi.com //  bersama Pemerintah Desa Bukit Damai bersama Puskesmas Maluk dan Kader Posyandu menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
Jum’at 11 September 2026,

Kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Desa Bukit Damai dan dihadiri oleh Sekcam Maluk Sudirman S.H M.H. Kepala Desa Bukit Damai Suwardi S.P, Bidan Desa, Bdn .Umi Nasikah,S.ST Kader Posyandu, PKK, serta ratusan warga.

Rangkaian GERMAS 2026 dimulai dengan senam bersama, , cek kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, dan donor darah ,

Kepala Desa Bukit Damai Suwardi S.P dalam sambutannya mengatakan GERNAS bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Hadir pula Babinsa ,Danramil semua
Staf desa ikut memeriahkan acara (GERMAS) ,

“Melalui GERMAS kita ajak warga untuk biasakan cuci tangan, makan makanan bergizi, rajin olahraga, cek kesehatan, dan jaga lingkungan. Sehat dimulai dari rumah kita,” ujar Kades.

Hadir pula dr Ali Praja sebagai ketua gerakan (GERMAS)
Bidan Desa, Bdn Umi Nasikah S.ST dari Puskesmas Maluk memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting, pentingnya imunisasi, dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

“Anak sehat, ibu sehat, keluarga kuat. Mari kita cegah stunting dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan dan rutin ke Posyandu,” katanya.

Sekcam Maluk Sudirman S.H M.H mengapresiasi inisiatif Desa Bukit Damai. “Ini contoh baik. Kalau masyarakat sehat, maka pembangunan desa juga akan lebih cepat,” ucapnya.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize untuk peserta yang ikut senam sehat.

Yuk biasakan hidup sehat mulai dari diri sendiri dan keluarga.
Desa Sehat, Masyarakat Kuat, KSB Maju Luar Biasa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…