Berita

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Amankan Aset Vital PLTU Bima

×

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Amankan Aset Vital PLTU Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan objek vital nasional, Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan dan patroli di kawasan PT. PLN (Persero) UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima, Jumat (11/9/2026) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 20.00 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memastikan keamanan aset milik PT. PLN sekaligus mendukung kelancaran operasional pembangkit listrik.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta IPTU Kamaruddin, menjelaskan bahwa personel Unit Pamobvit melaksanakan pengamanan aset serta patroli secara rutin di sekitar area PLTU Bima.

“Pengamanan dan patroli ini bertujuan untuk menjaga keamanan instalasi, mengawasi akses keluar-masuk kawasan, serta mengantisipasi setiap potensi gangguan yang dapat menghambat operasional pembangkit listrik,” jelas IPTU Kamaruddin.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan di sejumlah area kawasan PLTU serta berkoordinasi dengan petugas keamanan internal perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap aktivitas di lingkungan objek vital berjalan dengan aman dan sesuai ketentuan.

Selain patroli, personel juga mengedepankan kesiapsiagaan selama pelaksanaan tugas guna merespons secara cepat apabila ditemukan adanya potensi gangguan keamanan.

Kasat Samapta menegaskan bahwa pengamanan objek vital merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap aset strategis sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Melalui patroli rutin, koordinasi dengan petugas keamanan internal, serta kesiapsiagaan personel, kami berupaya memastikan keamanan kawasan PLTU Bima sehingga kegiatan operasional pembangkit listrik dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan PT. PLN (Persero) UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…