Berita

Polsek Janapria Intensifkan Patroli Objek Vital, Antisipasi 3C

×

Polsek Janapria Intensifkan Patroli Objek Vital, Antisipasi 3C

Share this article

Lombok Tengah, NTB — Kepolisian Sektor (Polsek) Janapria, Polresta Lombok Tengah, meningkatkan kegiatan patroli pada objek vital guna mengantisipasi tindak kriminalitas dan berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.50 WITA hingga selesai dengan menyasar Bank BRI Unit Janapria, Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan patroli dilaksanakan oleh personel Piket SPKT Polsek Janapria, yakni Aiptu L. Idham, Aipda L. Teguh Anggana dan Bripka Fuad Sandinata.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan di sekitar area Bank BRI Unit Janapria sebagai langkah preventif untuk menekan dan meminimalisasi potensi terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor (3C).

Selain melakukan pemantauan, kehadiran personel kepolisian di lokasi juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang berada di sekitar objek vital tersebut.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah IPTU L. Brata Kusnadi mengatakan, patroli objek vital merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya pada fasilitas pelayanan publik yang menjadi sasaran potensial tindak kriminalitas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi 3C maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan patroli secara berkala, khususnya pada jam-jam rawan dan lokasi yang memiliki potensi gangguan keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat dan petugas keamanan untuk tetap waspada serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Janapria berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…