Berita

Jelang MotoGP 2026, Polsek Kawasan Mandalika Intensifkan Patroli Strong Point

×

Jelang MotoGP 2026, Polsek Kawasan Mandalika Intensifkan Patroli Strong Point

Share this article

Lombok Tengah, NTB — Kepolisian Sektor Kawasan Mandalika, Polresta Lombok Tengah, meningkatkan patroli strong point sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan ajang MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika.

Patroli Strong Point Presisi Rinjani 2026 tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 22.45 WITA hingga selesai, dengan menyasar kawasan Bazaar Mandalika hingga Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan dipimpin Kapolsek Kawasan Mandalika AKP I Ketut Artana, S.H., bersama Pawas IPDA Lalu Muh. Tunggul dan personel piket SPKT II Polsek Kawasan Mandalika.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan patroli dan pemantauan situasi kamtibmas di sejumlah titik kawasan Mandalika, khususnya area yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan lokasi pendukung pelaksanaan event internasional tersebut.

Petugas juga menyambangi sejumlah pos keamanan dan memberikan imbauan kepada petugas keamanan ITDC agar meningkatkan kewaspadaan serta rutin melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing.

Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor (3C), serta berbagai gangguan kamtibmas lainnya menjelang MotoGP 2026.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah IPTU L. Brata Kusnadi mengatakan, patroli secara intensif di kawasan Mandalika merupakan bagian dari upaya kepolisian memastikan situasi tetap aman dan kondusif, terlebih kawasan tersebut akan menjadi pusat kegiatan masyarakat saat pelaksanaan MotoGP.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keamanan kawasan Mandalika tetap terjaga. Kami juga mengajak seluruh petugas keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pengelola kawasan, petugas keamanan dan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan menjelang MotoGP 2026.

“Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di kawasan Mandalika sehingga masyarakat maupun wisatawan yang datang dapat merasa aman dan nyaman,” katanya.

Polresta Lombok Tengah berkomitmen menjaga keamanan kawasan Mandalika agar seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pelaksanaan MotoGP 2026, dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…