Berita

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Batu Bangka Sambangi Petani Pengecek Tanaman Jagung

×

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Batu Bangka Sambangi Petani Pengecek Tanaman Jagung

Share this article

Sumbawa Besar, NTB– Kepolisian Sektor terus memperkuat peran aktif dalam mendampingi masyarakat guna mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa. Bhabinkamtibmas Desa Batu Bangka melaksanakan kegiatan pemantauan serta kunjungan silaturahmi dengan menyambangi warga yang tengah mengecek tanaman jagung di wilayah Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Jumat (11/09/2026) pagi.

Kegiatan sambang dan dialogis yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dukungan jajaran kepolisian terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya pada pilar ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian untuk berinteraksi secara humanis dengan warga yang sedang memantau perkembangan tanaman jagung mereka.

“Selain memberikan motivasi agar hasil pertanian dapat semakin optimal, kami juga mengajak warga untuk ikut serta menyukseskan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan terkecil,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Batu Bangka.

Tidak hanya bergantung pada komoditas utama seperti padi atau jagung, Bhabinkamtibmas turut mengimbau masyarakat agar secara produktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang masih kosong. Warga didorong untuk menanami pekarangan dengan berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, terong, dan kacang panjang, sehingga keluarga memiliki sumber pangan mandiri guna memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kegiatan pemantauan dan sambang ini kami lakukan untuk memberikan motivasi kepada para petani sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk menanam tanaman hortikultura, sehingga program ketahanan pangan nasional dapat sukses dimulai dari lingkup keluarga,” pungkasnya.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah-tengah petani ini mendapat sambutan yang positif dari warga Desa Batu Bangka. Melalui pendekatan dialogis yang hangat, hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus memastikan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah desa. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…