Berita

Polsek Rasanae Barat Gelar Strong Point Pagi, Perlancar Arus Lalu Lintas di Jam Rawan

×

Polsek Rasanae Barat Gelar Strong Point Pagi, Perlancar Arus Lalu Lintas di Jam Rawan

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Unit Lantas Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Strong Point pagi pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 06.30 Wita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan MTsN I Kota Bima, Padolo, Jalan Sultan Kharuddin, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, dengan sasaran para pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengendara roda dua maupun roda empat, serta pelajar dan masyarakat yang beraktivitas pada pagi hari.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, menjelaskan bahwa kegiatan Strong Point pagi merupakan bentuk kehadiran personel Polri di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan kepadatan arus lalu lintas.

“Personel Unit Lantas Polsek Rasanae Barat melaksanakan pengaturan arus lalu lintas sekaligus memberikan imbauan Kamseltibcarlantas kepada para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel mengingatkan para pengendara agar selalu melengkapi surat-surat kendaraan serta menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara dan penumpang sepeda motor.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, kehadiran personel juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya pelajar yang hendak menuju sekolah serta masyarakat yang memulai aktivitas pada pagi hari.

Kapolsek menegaskan, kegiatan Strong Point pagi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Polsek Rasanae Barat dalam menciptakan Kamseltibcarlantas serta memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…