Berita

Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja, Polsek Alas Gelar Razia Barang Bawaan Siswa SMAN 1 Alas

×

Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja, Polsek Alas Gelar Razia Barang Bawaan Siswa SMAN 1 Alas

Share this article

Sumbawa Besar, NTB– Kepolisian Sektor (Polsek) Alas terus mengambil langkah preventif yang tegas namun humanis guna menjaga kondusifitas lingkungan pendidikan. Jajaran Polsek Alas melaksanakan kegiatan cipta kondisi berupa pemeriksaan kelengkapan kendaraan, knalpot brong, senjata tajam, handphone, hingga narkoba terhadap para siswa SMAN 1 Alas di gerbang masuk sekolah, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Kamis (10/09/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Alas Kompol Satio, S.H., dalam operasi razia dan pengamanan pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Alas dan Waka Polsek AKP L. Sukardi, serta melibatkan para perwira dan anggota piket.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel melaksanakan apel pengecekan di Mako Polsek Alas pukul 06.30 WITA yang dipimpin oleh Waka Polsek Alas.

“Pemeriksaan barang bawaan dan tas siswa ini wajib kita laksanakan secara humanis dengan terus berkoordinasi erat bersama pihak dewan guru. Apabila ditemukan barang-barang yang tidak berkaitan dengan kegiatan sekolah, langsung amankan dan serahkan kepada pihak sekolah untuk diberikan penanganan dan pembinaan lebih lanjut.” ujar Kapolsek Alas di sela-sela kesibukannya.

Tepat pukul 06.45 WITA, personel kepolisian langsung siaga di depan pintu masuk SMAN 1 Alas untuk melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus memeriksa kendaraan serta isi tas para pelajar yang baru datang. Dari hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan secara teliti, petugas mendapati beberapa barang bawaan siswa berupa satu unit handphone serta alat kosmetik, yang kemudian langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk dibina.

“Kegiatan pemeriksaan barang bawaan dan kendaraan pelajar ini kami laksanakan secara humanis sebagai langkah antisipasi dini untuk mencegah tawuran, kepemilikan senjata tajam, serta menekan angka kenakalan remaja di wilayah hukum Polsek Alas.” ungkapnya

Razia preventif ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan sekaligus menutup celah potensi kerawanan kamtibmas, khususnya aksi perkelahian atau tawuran antarpelajar yang meresahkan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan yang berlangsung hingga pukul 07.50 WITA tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya hambatan. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…