Berita

Beri Rasa Aman ke Pelajar, Piket Polsek Labuhan Badas Gelar Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Depan SDN Karang Dima

×

Beri Rasa Aman ke Pelajar, Piket Polsek Labuhan Badas Gelar Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Depan SDN Karang Dima

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Labuhan Badas terus mengoptimalkan pelayanan pagi melalui kegiatan pengaturan arus lalu lintas (Strong Point). Kegiatan preventif ini dilaksanakan di depan SDN Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (29/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Labuhan Badas IPTU Eko Riyono, S.H., M.Si., dalam aktivitas pelayanan pagi yang dimulai pukul 06.30 WITA hingga selesai tersebut dijalankan oleh personel Anggota Piket Jaga Regu I Polsek Labuhan Badas.

“Dalam pelaksanaannya, petugas turun langsung ke jalan raya untuk melakukan pengaturan arus kendaraan guna mengantisipasi kemacetan serta meminimalisir potensi kecelakaan. Selain mengatur lalu lintas, personel juga aktif membantu para siswa-siswi SDN Karang Dima serta pengguna jalan lainnya untuk menyeberang jalan secara aman menuju area sekolah”. ujar Kapolsek Labuhan Badas.

Kehadiran aparat kepolisian di titik-titik rawan pada jam berangkat sekolah ini merupakan wujud kepedulian nyata Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

“Kegiatan Strong Point pagi ini rutin kami laksanakan untuk memastikan mobilitas warga dan anak-anak sekolah berjalan lancar, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan sekolah”. ujar Petugas di sela-sela kesibukannya.

Berkat kesigapan personel Piket Jaga Regu I Polsek Labuhan Badas di lapangan, situasi kamseltibcarlantas di depan SDN Karang Dima terjaga dengan sangat baik. Seluruh rangkaian kegiatan pengaturan lalu lintas pagi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya hambatan. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…