Berita

Satpolairud Polres Bima Kota Awasi ABK Kapal, Antisipasi Pencurian dan Penyelundupan Barang Terlarang

×

Satpolairud Polres Bima Kota Awasi ABK Kapal, Antisipasi Pencurian dan Penyelundupan Barang Terlarang

Share this article

Bima, NTB – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bima Kota terus meningkatkan pengawasan di kawasan Pelabuhan Laut Bima sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan pengecekan, pengawasan serta pemberian imbauan kepada Anak Buah Kapal (ABK) dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2026) pukul 08.45 Wita, bertempat di Dermaga Pelabuhan Laut Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Polairud IPTU Syarif Rijaidinsyah, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Satpolairud Polres Bima Kota, Bripka HM. Purnomo.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap aktivitas di sekitar dermaga sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para ABK kapal.

“Pengecekan dan pengawasan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya pencurian maupun penyelundupan barang-barang terlarang melalui jalur laut,” jelas IPTU Syarif.

Selain melakukan pengawasan, personel juga mengingatkan para ABK agar turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah hukum Pelabuhan Laut Bima.

Satpolairud Polres Bima Kota menegaskan bahwa pengawasan secara rutin akan terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa dan pekerja di kawasan pelabuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…