Berita

BINMAS POLRES DOMPU BERIKAN PEMBINAAN KEAGAMAAN KEPADA 34 TAHANAN, DORONG REFLEKSI DAN PERUBAHAN DIRI

×

BINMAS POLRES DOMPU BERIKAN PEMBINAAN KEAGAMAAN KEPADA 34 TAHANAN, DORONG REFLEKSI DAN PERUBAHAN DIRI

Share this article

Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Dompu melalui Ps. Kanit Binpolmas Aipda Saufan melaksanakan kegiatan pembinaan dan ceramah keagamaan kepada 34 orang tahanan yang berada di ruang tahanan Polres Dompu, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 10.00 WITA tersebut mengangkat tema “Ihtisab”, yakni mengajak setiap individu melakukan introspeksi dan mengevaluasi diri atas perbuatan yang telah dilakukan serta berupaya memperbaiki diri.

Dalam penyampaiannya, Aipda Saufan mengajak para tahanan untuk menjalani proses hukum dengan sabar dan tertib serta tidak melakukan upaya melarikan diri. Para tahanan juga diberikan pemahaman agar sungguh-sungguh menyesali kesalahan yang telah diperbuat dan menjadikan proses yang sedang dijalani sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos., mengatakan pembinaan keagamaan kepada para tahanan merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membangun kesadaran dan memberikan motivasi agar mereka dapat memperbaiki diri.

“Pembinaan ini bukan hanya tentang menjalani masa tahanan, tetapi bagaimana para tahanan dapat melakukan introspeksi, menyadari kesalahan, serta memiliki tekad untuk berubah. Kami berharap setelah menyelesaikan proses hukum, mereka dapat kembali ke keluarga dan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar AKP Makrus.

Ia menambahkan, kegiatan pembinaan akan terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri, dengan memberikan penguatan moral dan keagamaan kepada para tahanan.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan personel Sat Binmas.

“Kegiatan pembinaan keagamaan ini merupakan salah satu upaya Polres Dompu dalam memberikan pembinaan secara humanis kepada para tahanan. Kami berharap mereka dapat mengambil hikmah dari proses yang sedang dijalani, menyesali perbuatannya dan memiliki komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Kegiatan berakhir pukul 10.00 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…