Berita

Di Pesisir Wadu Mbolo, Polres Bima Kota Berbagi Air Bersih untuk Warga

×

Di Pesisir Wadu Mbolo, Polres Bima Kota Berbagi Air Bersih untuk Warga

Share this article

Kota Bima, NTB – Wajah cerah dan rasa syukur terpancar dari warga pesisir Wadu Mbolo. Polres Bima Kota kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan sosial tersebut menyasar dua lingkungan, yakni Lingkungan Wadu Mbolo dan Lingkungan Bina Baru, Kelurahan Dara. Bantuan air bersih diberikan menyusul kesulitan akses air bersih yang dialami masyarakat di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi kemanusiaan itu dipimpin langsung oleh KBO Sat Samapta Polres Bima Kota IPDA David Misa. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir mendampingi Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat menjadi wujud nyata bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berkomitmen memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto melalui Kasat Samapta IPTU Kamarudin menyampaikan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesulitan yang dirasakan masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.

“Ini adalah wujud nyata pelayanan humanis Polri. Saat masyarakat membutuhkan, kami hadir. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan kami ingin memastikan warga tidak kesulitan,” jelas IPTU Kamarudin.

Ratusan warga dari Lingkungan Wadu Mbolo dan Bina Baru tampak antusias mengantre dengan membawa jerigen, ember maupun galon untuk mendapatkan bantuan air bersih. Air yang diangkut menggunakan mobil tangki Polres Bima Kota tersebut disalurkan secara gratis dengan tetap memperhatikan ketertiban selama proses pembagian.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya respons cepat jajaran Polres Bima Kota dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak Polisi. Sudah lama kami susah air. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar salah seorang warga Wadu Mbolo.

Kasat Samapta IPTU Kamarudin menegaskan, Polres Bima Kota akan terus berupaya hadir membantu masyarakat apabila kebutuhan air bersih masih diperlukan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan atau krisis air.

“Semoga bantuan kecil ini bisa meringankan beban masyarakat. Kami ingin Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tutupnya.

Melalui kegiatan berbagi air bersih tersebut, Polres Bima Kota berharap dapat semakin mempererat sinergitas dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran personel di tengah warga juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terbantu di tengah musim kemarau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…