Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Amankan Embarkasi dan Debarkasi KM Binaiya

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Amankan Embarkasi dan Debarkasi KM Binaiya

Share this article

Kota Bima, NTB – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan kegiatan embarkasi dan debarkasi Kapal Pelni KM Binaiya yang bersandar di Pelabuhan Bima, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan pengamanan tersebut berlangsung mulai pukul 05.20 Wita di Area Pelabuhan Bima, Jalan R.E. Marthadinata, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima IPTU Yakub menjelaskan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas penumpang berjalan aman, tertib dan lancar.

“Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melaksanakan pengamanan terhadap KM Binaiya yang melakukan embarkasi dan debarkasi penumpang yang datang dari Pelabuhan Benoa, Bali,” jelas IPTU Yakub.

Berdasarkan data manifest, KM Binaiya tiba di Pelabuhan Bima dengan total 288 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 penumpang turun di Pelabuhan Bima, sementara 252 penumpang melanjutkan perjalanan.

Pada saat bersamaan, sebanyak 485 penumpang naik dari Pelabuhan Bima untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Labuan Bajo dan pelabuhan tujuan berikutnya. Dengan demikian, total penumpang yang melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Bima tercatat sebanyak 737 orang.

Selama proses embarkasi dan debarkasi, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas serta memastikan aktivitas penumpang berlangsung dengan tertib.

Sekitar pukul 07.55 Wita, KM Binaiya meninggalkan Pelabuhan Bima menuju Pelabuhan Labuan Bajo dan pelabuhan tujuan selanjutnya. Keberangkatan kapal tersebut turut mendapatkan pengamanan dari personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima hingga kapal meninggalkan area Pelabuhan Bima.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima menegaskan, kegiatan pengamanan di kawasan pelabuhan akan terus dilakukan sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para penumpang kapal, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…