Berita

Polsek Tambora Terima Satu Pucuk Senpi Rakitan Yang di Serahkan Secara Sukarela Oleh Warga

×

Polsek Tambora Terima Satu Pucuk Senpi Rakitan Yang di Serahkan Secara Sukarela Oleh Warga

Share this article

 

 

Jajaran Polsek Tambora Polres Bima Kabupaten Polda NTB menerima penyerahan satu unit senjata api rakitan dari masyarakat, Jumat 28 Agustus 2026 sekira pukul 08.00. Wita

 

Penyerahan senjata api tersebut berlangsung di Mako Polsek Tambora dan terima oleh Kapolsek Tambora Iptu Suhadak SH.

 

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar Bhayangkara S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka mengatakan, penyerahan senjata api dari masyarakat tersebut merupakan bentuk kesadaran dan partisipasi warga dalam membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami mengapresiasi langkah masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api kepada pihak kepolisian.”. Ujarnya

 

Lanjutnya, Ini merupakan bentuk kepedulian dan kerja sama masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif diwilayah hukum Polsek Tambora

 

Polsek Tambora sebelumnya telah melakukan kegiatan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan tindak pidana 3C, kejahatan jalanan, serta penyalahgunaan senjata api.

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang menyimpan, menemukan, atau mengetahui adanya senjata api maupun barang berbahaya lainnya agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian dan tidak menggunakannya untuk kepentingan apa pun,” Terangnya

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang aman, terutama dalam mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

“Polres Bima Kabupaten akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas”. Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…