Berita

*Dukung Astacita, Polsek Palang Polresta Tuban Pantau Langsung Lahan Jagung milik warga Desa Wangun*

×

*Dukung Astacita, Polsek Palang Polresta Tuban Pantau Langsung Lahan Jagung milik warga Desa Wangun*

Share this article

 

TUBAN PALANG: – Jajaran Polsek Palang Polresta Tuban menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program Astacita Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional. Langkah ini dibuktikan dengan turunnya personel kepolisian langsung ke sektor pertanian di tingkat desa.

Pada Jumat (28/08/2026), Anggota Polsek Palang, Aipda Ibnu Waluyo melaksanakan pemantauan dan pengecekan lahan jagung milik warga di Desa Wangun Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan tanaman jagung

Kapolsek Palang, AKP WAKHID NURCAHYO, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., dan Kapolresta Tuban KOMBES POL JAZULI DANI IRIAWAN, S.I.K., M.Tr.Opsla

“Polri tidak hanya fokus menjaga kamtibmas, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat. Pengecekan tanaman jagung ini adalah bukti nyata dukungan kami terhadap program swasembada pangan nasional yang termuat dalam Astacita Presiden,” kata AKP WAKHID NURCAHYO

Program Astacita sendiri menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas utama. Kehadiran Polri di tengah ladang ini diharapkan mampu mempererat sinergi dengan masyarakat serta mengoptimalkan target ketahanan pangan di Kabupaten Tuban.

Warga Desa Wangun menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku lebih termotivasi dalam merawat tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan di Kecamatan Palang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…